Berita Jembrana

Pemkab Jembrana Bangun Satu Jembatan Darurat, Rp397 Juta Untuk Bangun Jembatan Darurat di Gelar

Jembatan darurat sebagai ganti Jembatan Wisata Gelar akan dibangun tahun ini. Total anggaran yang digelontorkan senilai Rp397,2 Juta.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kondisi Jembatan Wisata Gelar di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana yang putus diterjang air bah pada 17 Oktober 2022 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Jembatan darurat sebagai ganti Jembatan Wisata Gelar akan dibangun tahun ini di Jembrana.

Total anggaran yang digelontorkan senilai Rp397,2 Juta.

Hal ini dilakukan Pemkab Jembrana setelah dilakukan pendataan dan menyesuaikan anggaran untuk pembangunan jembatan darurat sebagai pengganti jembatan yang terdampak banjir bulan lalu.

Sedangkan, untuk jembatan lainnya seperti di Yeh Embang Kauh akan dilakukan pembangunan permanen tahun depan.

Baca juga: Kebakaran Warung Warga di Jembrana, Api Dupa Diduga Picu Si Jago Merah, Kerugian Rp20 Juta


"Perencanaannya kemarin sudah dibuat sama Dinas PUPRPKP. Ada satu jembatan darurat yang dibangun, yaitu Jembatan Gelar, Desa Batuagung," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Minggu 20 November 2022.


Agus menjelaskan, dari hasil pengecekan dan penyesuaian anggaran, hanya jembatan di Gelar yang menjadi prioritas.

Sebab, selain menjadi objek vital masyarakat, juga merupakan kawasan wisata.

Sesuai rencana, jembatan akan dibangun dengan bahan besi WF memiliki panjang 25 meter dan lebar sekitar 2 meter. 


"Agar bisa dilalui orang dan motor aja sementara," sebutnya.

Baca juga: Gudang Dapur Warga di Jembrana Ludes Dilalap Si Jago Merah, Pemilik Rumah Sadar Saat Api Sudah Besar


Menurut Agus, nantinya atau tahun depan, jembatan di Obyek Wisata Gelar ini akan dibangun jembatan permanen.

Desainnya masih disusun tim teknis dan kemungkinan bentuknya menyerupai jembatan gantung ikonik sebelumnya. 


"Ketika nanti jembatan permanen sudah rmpung, yang darurat ini kita bongkar dan dipasang di tempat yang membutuhkan. Karena jembatan darurat ini didesain bongkar pasang," jelasnya. 


Disinggung mengenai rencana jembatan darurat di tempat lain, Agus Artana mengakui rencana tersebut melihat kondisi di lapangan. Sebab, dia mencontohkan untuk jembatan di Desa Yeh Embang Kauh.

Baca juga: Porprov Bali, Tim Sepak Bola Badung Lawan Jembrana Saat Laga Pertama, Harapkan Hal Ini

Setelah dicek dan dihitung, panjang jembatan tersebut mencapai 40 meter. Sehingga dari sisi anggaran akan menelan cukup banyak atau beda tipis dengan anggaran pembangunan jembatan permanen.

Dia juga berharap masyarakat pengguna akses tersebut untuk memaklumi kondisi saat ini. Masyarakat diharapkan memanfaatkan jalur alternatif yang masih tersedia hingga jembatan tersebut dibangun. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved