Berita Bali
Prof. Ojat Rektor UT Isi Materi Kuliah Umum di Unmas tentang Digitalisasi Perguruan Tinggi
Prof. Ojat Rektor Universitas Terbuka isi materi kuliah umum di Unmas tentang digitalisasi perguruan tinggi.
Teaching dalam online pedagogy perlu knowledge presence, social presence, dan cognitive presence," jelas Rektor UT.
Dalam uraiannya Pak Rektor mengungkapkan bahwa untuk menerapkan cognitive and teaching presence, pengajar lebih berfungsi sebagai fasilitator yang tidak mendominasi. Adapun dalam mengembanngkan social presemce perlu dibuat komunitas online mahasiswa.
Ditegaskan Pak Rektor, bahwa masalah kualitas menjadi hal yang perlu dijaga, baik dalam hal penyiapan bahan ajar sampai dalam delivery, juga kapasitas kompetensi dosen mengajar secara PJJ. Di UT, terdapat 40 ribu kelas virtual dengan membangun student engagement agar mahasiswa tidak demotivasi.
Baca juga: Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, Lulusan UT Bukan Kaleng-kaleng
Bahkan untuk pengimplementasian merdeka belajar kampus belajar (MBKM), UT telah berkolaborasi dengan bamyak PT ternama untuk men delivery pembelajaran berkualitas secara gratis melalui supermarket mata kuliah yang dinamakan ICE (Indonesia Cyber Education) Institute.
Selanjutnya Pak Rektor menyampaikan hal lain tentang sejarah mengapa UT didirikan oleh pemerintah 38 tahun lalu.
Sebenarnya ada tiga alasan utama UT dididirikan, yaitu:
1) Pemerataan akses pendidikan, khususnya masyarakat yang terkendala secara geografis untuk kuliah tatap muka;
2) mengakomodasi bagi lulusan SMA yang tidak tertampung di PTN;
3) Memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi bagi mereka yang bekerja namun terkendala waktu.
Terkait tema kuliah umum tentang digitalisasi pendidikan, Pak Rektor menegaskan pentingnya penerapan teknologi terintegrasi dalam pendidikan.
Sebagaimana disebutkan David Kaufman (2013). Di UT, integrasi teknologi dalam pendidikan secara virtual yang rigid proses penyelenggaraan PJJ efektf adalah dengan menerapkan metode online pedagogy.
Kuliah umum diakhiri dengan penjelasan virtual network architecture dan digital learning ecosystem.
Saat ditanya wartawan, Prof. Ojat mengungkapkan harapan ke depan UT makin dicintai dan diminati masyarakat sehingga UT akan mengaplikasikan strategi layanan yang 'better, faster, and cheaper'.
Pesan Pak Rektor kepada masyarakat khususnya area Bali, diharapkan sejalan kondisi era teknologi, UT bisa menjadi pilihan utama sebagai tempat untuk melanjutkan studi.
(*)