Berita Bali

Dugaan Korupsi LPD Desa Adat Serangan Denpasar, Jendra Dituntut Bui 7,5 dan Sunita 8 Tahun 

Dua pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan, Denpasar dituntut pidana berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Jendra dan Sunita saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar pada PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua pengurus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan, Denpasar dituntut pidana berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

I Wayan Jendra (52) selaku ketua LPD dituntut pidana bui selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun).

Sedangkan terdakwa berkas terpisah, Ni Wayan Sunita Yanti (26) yang bekerja pada bagian tata usaha LPD Serangan dituntut delapan tahun penjara.

Baca juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Masker di Dinsos Karangasem, Yessi dan Sugiantara Dituntut 7,5 Tahun

 


Surat tuntutan terhadap kedua terdakwa telah dibacakan tim JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar pada sidang yang digelar secara luring atau tatap muka di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa, 29 Nopember 2022.


Dalam surat tuntutan JPU, terdakwa Jendra dan Sunita dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Sesuai pembuktian dakwaan primair JPU, kedua terdakwa dinilai melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) UU RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jis. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Jis. Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar Kepala Unit Bank Pelat Merah di Bangli, Hari Ini Periksa Saksi Lagi


"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Wayan Jendra dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan, dikurangi masa penahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsidiair tiga bulan kurungan," tegas JPU I Nyoman Sugiartha. 


Pula Jendra dituntut pidana tambahan, membayar uang pengganti Rp3.749.118.000 secara tanggung renteng dengan terdakwa Sunita.

Jika tidak bisa membayar, maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun. 

Baca juga: Perkara Dugaan Korupsi Dana KUR di Bank BUMN Denpasar, Tersangka ORAL Segera Disidang


Sementara terdakwa Sunita dituntut lebih tinggi, yakni delapan tahun penjara.

Sedangkan pidana denda dan kewajiban membayar uang pengganti yang dijatuhkan kepada Sunita, sama dengan terdakwa Jendra. 


Terhadap tuntutan yang dilayangkan tim JPU tersebut, majelis hakim pimpinan Gede Putra Astawa memberikan waktu kepada kedua terdakwa dan masing-masing tim penasihat hukumnya untuk menyusun pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Sidang pembacaan nota pembelaan pun akan digelar, Jumat, 2 Desember 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved