Berita Jembrana
Korban Rumah Roboh di Batuagung Jembrana Bali Akhirnya Dapat Bantuan, Dana Stimulan Rp 9 Juta!
Bantuan dana stimulan terhadap korban rumah roboh di Banjar Tegal Asih, Desa Batuagung.Korban rumah roboh ini sudah tiga bulan tinggal di tenda.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Bantuan dana stimulan dari Pemerintah Provinsi Bali, untuk korban bencana alam di Jembrana mulai cair.
Diantaranya 5 fasilitas umum (fasum), seperti tempat ibadah hingga tempat sosial.
Kemudian juga bantuan untuk korban kebakaraan rumah di Desa Manistutu.
Terakhir, bantuan dana stimulan terhadap korban rumah roboh di Banjar Tegal Asih, Desa Batuagung.
Korban rumah roboh ini sudah tiga bulan tinggal di tenda dengan segala penderitaannya.
Baca juga: Bantuan Bedah Rumah Warga Tegal Asih Masih Belum Pasti, Desa Batuagung Mohon Bantuan ke Bupati
Baca juga: Korban Rumah Ambruk Jembrana Segera Dapat Bantuan, 3 Bulan Menderita Tinggal di Tenda Darurat

Menurut data yang berhasil diperoleh, bantuan dana stimulan yang sudah tersalurkan ke Jembrana itu untuk perbaikan pura, balai tempek, balai banjar, hingga gereja yang sebelumnya terdampak bencana alam.
Di tempat lain, pencairan dana pembersihan rumah senilai Rp1 juta per rumah, juga mulai dicairkan.
Jumlah penerima sebanyak 172 rumah.
"Untuk bantuan dana stimulan sudah ada yang cair.
Itu untuk fasilitas umum yang rusak karena bencana alam, rumah warga yang roboh serta korban bencana kebakaran," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Rabu 21 Desember 2022.
Dia melanjutkan, khusus untuk bantuan stimulan kepada korban rumah roboh di Banjar Tegal Asih, Desa Batuagung, sudah selesai dan tinggal menunggu transfer dari Pemprov Bali masuk ke rekening penerima.

"Sudah aman (bantuan), tinggal tunggu transfer saja ke rekening penerima," ungkapnya.
Agus Artana menjelaskan, pemberian bantuan dana stimulan tersebut sudah melalui sejumlah proses seperti permohonan dari Pemkab Jembrana ke Pemerintah Provinsi Bali.
Kemudian dilakukan pengecekan ke lapangan, serta melakukan review anggaran.
Dan setelah pengecekan, petugas dari provinsi kemudian menghitung total kerugian.