Berita Buleleng

Longsor Tutup Akses Wisata Water Slide Desa Lemukih, Buleleng Seharian

Tebing setinggi 10 meter di Banjar Dinas Nyuh, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng longsor.

Istimewa
Warga bersama BPBD Buleleng gotong royong membersihkan material longsor di Banjar Dinas Nyuh, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng Selasa 24 Januari 2023 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tebing setinggi 10 meter di Banjar Dinas Nyuh, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng longsor.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun akses jalan menuju tempat wisata Water Slide yang ada di desa tersebut sempat tertutup seharian. 

Perbekel Desa Lemukih, Nyoman Singgih pada Selasa 24 Januari 2022 mengatakan, longsor terjadi pada Senin siang kemarin.

Kondisi tebing memang cukup labil, terlebih dua hari yang lalu di desa tersebut diterjang hujan deras.

Akibat kejadian ini, beberapa petani diperkirakan mengalami kerugian hingga mencapai Rp 25 juta.

Sebab longsor tersebut menggerus lahan perkebunan seperti durian dan cengkih.

"Korban jiwa memang tidak ada, namun petani diperkirakan mengalami kerugian total Rp 25 juta. Karena pohon durian hingga cengkih mereka tumbang," jelasnya. 

Baca juga: Booster Kedua untuk Masyarakat Umum di Buleleng Dibuka

Longsor tersebut ditambahkan Singgih, membawa material bebatuan berukuran besar, tanah dan kayu.

Sehingga akses jalan menuju ke tempat wisata Water Slide tertutup seharian. Beruntung saat longsor itu terjadi, tempat wisata tersebut sepi pengunjung. Sehingga Singgih memastikan tidak ada wisatawan yang terisolasi.

"Syukurnya tempat wisata itu ramai saat pagi hari. Sementara kejadiannya kan jam 12 siang, jadi tidak ada wisatawan yang terisolasi," terangnya. 

Hingga Selasa (24/1) material longsor kata Singgih, baru sebagian yang berhasil dibersihkan dengan menggunakan bantuan alat berat dari BPBD Buleleng, serta gotong royong dari warga sekitar. "Kami sudah gotong royong tadi, hanya untuk membuka akses jalan. Jadi motor dan mobil sudah bisa lewat. Kami akan melanjutkan pembersihan material besok (Rabu,red)," ucapnya. 

Singgih pun tidak menampik, Desa Lemukih memang rawan terjadi longsor.

Bahkan ada puluhan warga yang masih tinggal di lereng bukit. Untuk itu pihaknya telah membentuk desa tangguh bencana,  dengan memiliki lima orang relawan bencana.

"Ada puluhan warga yang tinggal di daerah rawan longsor. Kalau hujan deras dan angin kencang mereka sudah kami imbau untuk mengungsi sementara ke rumah keluarga yang lebih aman," tandasnya. (rtu)

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved