Berita Jembrana

194 Gigitan HPR di Awal 2023, Jembrana Catat 7 Kasus Positif Rabies

Kasus rabies di Jembrana, Tahun 2022 Tercatat ada 204 Kasus Positif Rabies

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kepala Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa saat menunjukkan data terkait kasus rabies di Kabupaten Jembrana, Rabu 25 Januari 2023 - 194 Gigitan HPR di Awal 2023, Jembrana Catat 7 Kasus Positif Rabies 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Jembrana, Bali pada awal 2023 mencapai 194 kasus.

Dengan jumlah tersebut, 7 HPR yakni anjing dinyatakan positif rabies.

Terakhir, kasus gigitan terjadi saat anjing liar menyerang seorang anak usia dua tahun dan seorang guru PAUD perempuan.

Beruntungnya, semua korban gigitan telah diberikan penanganan berupa VAR serta HPR telah diambil sampel otak.

Baca juga: Januari Tercatat Belasan Kasus Gigitan, 7 Kasus Positif Rabies Ditemukan di Jembrana

Sementara itu, kasus gigitan pada bocah dua tahun di PAUD tersebut masuk dalam kategori risiko tinggi.

Sebab, titik gigitan berada pada areal wajah, yakni pipinya.

Menurut data yang berhasil diperoleh, di awal 2023 ini pemerintah melalui Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana telah mengirim sedikitnya 12 sampel otak anjing.

Dari total tersebut, 7 sampel otak HPR dinyatakan positif.

Sedangkan, pada tahun 2022 lalu kasus positif mencapai 204 kasus.

Di sisi lain, Dinkes Jembrana juga mencatat bahwa ada 194 kasus gigitan HPR, khususnya anjing hingga 24 Januari 2023 kemarin.

Jumlah tersebut disebutkan masih tinggi meskipun angkanya masih sekitar 50 persen dari kasus tahun sebelumnya yang mencapai 5.252 gigitan.

"Hingga saat ini, ada 12 sampel yang kita kirim dan 7 kasus diantaranya dinyatakan positif rabies. Tapi itu belum semua sampel hasilnya keluar, masih ada beberapa sampel yang menunggu hasil," kata Kepala Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa saat dikonfirmasi, Rabu 25 Januari 2023.

Dia melanjutkan, dengan jumlah kasus tersebut serta adanya kasus seorang anak dua tahun dan guru PAUD, pihaknya bakal terus menggencarkan vaksinasi massal maupun emergency.

Selain itu, juga memberikan KIE (edukasi) terhadap masyarakat serta menyasar anak sekolah jenjang SMP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved