Berita Bali
Jenazah Masih di Rumah Sakit, Mendiang Dirut RS Unud Akan Diupacarai di Jembrana Bali
Direktur Utama Rumah Sakit Unud, Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si., Sp.MK., (K) dikabarkan telah meninggal dunia.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar duka datang dari lembaga pendidikan perguruan tinggi negeri, Universitas Udayana.
Direktur Utama Rumah Sakit Unud, Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si., Sp.MK., (K) dikabarkan telah meninggal dunia.
Almarhum meninggalkan sanak keluarga pada Sabtu, 28 Januari 2023 sekitar pukul 10.59 WITA.
Prof. Sukrama yang juga masih menjadi profesor aktif, di Fakuktas Kedokteran Universitas Udayana ini, diketahui mengalami sakit.
Ia pun perlu bolak-balik rumah sakit yaitu di RSUP Prof. Ngoerah untuk melakukan pengobatan.
Baca juga: RS UNUD Sandang RS Tipe B Pendidikan Hingga Jadi Rujukan KTT G20, Momentum HUT ke-4
Baca juga: Diduga Human Error, Dua Personel TNI Meninggal Usai Terlibat Lakalantas di Jalan Denpasar-Gilimanuk

Hingga akhirnya ia pun diopname, dan dirawat secara intensif di ICU RSUP Prof. Ngoerah selama beberapa hari.
Namun sayangnya, Prof. Sukrama harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan sakit yang ia derita.
Lelaki yang lahir di Singaraja, 10 Oktober 1958 ini pun berpulang di usianya yang hampir menginjak 65 tahun.
Hal ini dikonfirmasi oleh Tribun Bali kepada Humas Universitas Udayana, Ni Luh Eka Lestari.
“Beliau sudah sakit sejak beberapa bulan yang lalu, dan sudah lama juga beliau di ICU. Meninggalnya juga di rumah sakit,” kata Ni Luh Eka Lestari.
Eka menambahkan, beliau baru saja mendapatkan gelar guru besar setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Januari 2022.
Kemudian, beberapa bulan setelah pengukuhan guru besar tersebut, dosen Unud sejak tahun 1987 ini pun jatuh sakit.

Berdasarkan informasi dari Humas RS Unud, saat ini jenazah dosen Mikrobiologi Klinis ini masih berada di RSUP Prof. Ngoerah.
Rencananya jenazah akan dibawa pulang kembali ke kampung halamannya di Jembrana.
“Jenazah sekarang masih di kamar jenazah dan rencananya akan di pulangkan ke Dabdab Putih, Pekutatan, Negara pada Sabtu, 4 Februari 2023,” tambahnya.
Setelah tiba di rumah, barulah keluarga akan berembuk untuk proses upacara selanjutnya, yaitu pengabenan.
Rencana awal, jenazah akan diabenkan pada Kamis, 9 Februari 2023 di Pekutatan.
Pihak Universitas Udayana sendiri pun akan ikut melayat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Prof. Sukrama.
Namun, belum diketahui pasti tanggal keberangkatan, dan kemungkinan setelah layon atau jenazah tiba di rumah duka. (*)
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Lindungi Pesisir Bali, 4.000 Bakau Ditanam di Tahura Ngurah Rai, Libatkan Kelompok Nelayan |
![]() |
---|
Kapasitas PLTS di Bali Saat Ini Capai 50 MW, Siapkan Proyek Baru PLTS 9-10 MW di Badung |
![]() |
---|
Sekda Bali Targetkan Ranperda Nominee Selesai Tahun Ini, UMKM Milik WNA Dipastikan Ilegal |
![]() |
---|
UMKM Milik WNA Dipastikan Ilegal, Sekda Bali Targetkan Ranperda Nominee Selesai Tahun Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.