Berita Bali

Berhasil Menoreh Prestasi Untuk RS Unud, Beginilah Sosok Mendiang Prof. Sukrama

Berhasil membawa RS Unud dari rumah sakit tipe C menjadi rumah sakit tipe B pendidikan, beginilah sosok Mendiang Prof. Sukrama.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Istimewa
Direktur Utama Rumah Sakit Unud, Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, M.Si., Sp.MK., (K) dikabarkan meninggal dunia di RSUP Prof. Ngoerah pada Sabtu, 28 Januari 2023 akibat sakit yang ia derita. 

dr. Arya mengatakan Prof. Sukrama merupakan sosok yang sangat gigih dan berkomitmen atas segala tindakan yang ia lakukan.

Beliau juga sangat inovatif dan visioner karena selalu memandang memandang sesuatu jauh ke depan.

Sejak menjadi dosen tahun 1987, banyak prestasi yang telah ditorehkan Prof. Sukrama hingga akhirnya ia menjadi Direktur Utama di RS Unud.

“Prestasi beliau selama di RS Unud yaitu berhasil membawa RS Unud dari rumah sakit tipe C menjadi rumah sakit tipe B pendidikan,” kata dr dr. IW Aryabiantara, SpAn.KIC.

Sertifikat paripurna reakreditasi untuk RS Unud juga berhasil diraih pada masa kepemimpinan beliau menjadi Dirut.

Kedua prestasi itulah yang diakui dr. Arya sebagai prestasi yang sangat menonjol selama Prof. Sukrama memimpin RS Unud.

Hebatnya juga, dengan kepemimpinan Prof. Sukrama, RS Unud telah membuka beberapa pelayanan baru.

Pelayanan tersebut antara lain Hemodialisis atau cuci darah, ESWL untuk pemecah batu ginjal tanpa operasi, dan kemoterapi.

Yang pastinya, semua layanan itu dihadirkan dengan tujuan melayani masyarakat, terutama masyarakat yang berada disekitar rumah sakit Unud.

Karakter yang sangat rendah hati dan mudah bergaul membuat dirinya sangat dekat dengan semua orang.

Baik itu dekat dengan sesama dosen, karyawan, maupun mahasiswa, kedekatannya tidak terbatasi.

Sifatnya itu juga membuat Prof. Sukrama memiliki relasi yang sangat luas.

Saat ini jenazah masih dititipkan di RSUP Prof. Ngoerah dan rencananya akan dibawa pulang pada Sabtu, 4 Februari 2023.

Layon atau jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman di Dabdab Putih, Desa Pekutatan, Jembrana.

Selanjutnya, jenazah direncanakan akan diupacarai dengan pengabenan pada Kamis, 9 Februari 2023. (yun)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved