Berita Buleleng
Keunikan Ngaben Massal di Desa Pedawa! Tidak Pakai Bade & Dilaksanakan di Tukad Pengangkidan
Masyarakat di desa setempat juga menyebut upacara pengabenan ini sebagai tradisi ngangkid, lantaran tidak dilakukan di setra.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tukad Pengangkidan ini dikatakan Wayan Sudiastika disucikan oleh masyarakat di desa setempat.
Namun masyarakat dapat menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari, selama tradisi ngangkid belum dilaksanakan.
Sementara apabila tradisi ngangkid akan dilaksanakan, konon masyarakat enggan untuk menggunakan air tersebut bahkan melintas di tukad tersebut.
Mengingat air yang ada di tukad tersebut telah disucikan dengan berbagai macam ritual, serta dibendung dengan menggunakan beberapa batang pohon pisang.
"Kalau tradisi ngangkid hendak dilaksanakan, tukadnya mulai disucikan karena akan digunakan untuk upacara ngaben.
Kalau sudah mulai disucikan, masyarakat bahkan takut melintas. Pernah ada kejadian warga dari desa lain tidak tau akan ada tradisi ngangkid.
Dia cuci kaki di tukad ini, kemudian meninggal dunia. Kalau ada tradisi ngangkid, tukad ini tidak boleh digunakan satu hari saja, selanjutnya boleh dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," tuturnya. (*)
Seorang Pegawai Minimarket Meninggal Usai Tabrak Truk di Buleleng Bali, Alami Cedera Kepala Berat |
![]() |
---|
SALING LAPOR Antara Perbekel Selat dan Ni Wayan Wisnawati di Buleleng Berakhir Damai |
![]() |
---|
Raih Medali Emas, Tiga Atlet Woodball Harumkan Nama Buleleng Bali di Kancah Internasional |
![]() |
---|
Tabrak Lari di Buleleng Bali, Deva dan Wahyu Diturunkan di Pinggir Jalan, Korban Dirawat Instensif |
![]() |
---|
Perbekel Selat dan Warganya Sepakat Damai di Bali, Cabut Laporan Dugaan Penganiayaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.