Berita Jembrana

Pemkab Dorong Desa/Kelurahan Bentuk Tim Siaga Rabies

Pemkab Dorong Desa/Kelurahan Bentuk Tim Siaga Rabies, Desa Adat Diharapkan Segera Bentuk Pararem Rabies

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Petugas Keswan-Kesmavet saat melakukan vaksinasi massal di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa 7 Maret 2023 kemarin. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Jembrana mendorong setiap Desa/Kelurahan di Jembrana membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira).

Tujuannya adalah untuk bersama-sama meminimalisir atau nenekan kasus HPR positif rabies mulai dari desa/kelurahan.

Apalagi, jumlah kasus rabies yang terjadi pada 2022 lalu sangat tinggi, yakni mencapai 208 kasus.

Dan selama dua bulan terakhir di tahun ini sudah tercatat 18 kasus anjing positif rabies.

"Kita sebelumnya sudah mengumpulkan semua perangkat desa dengan tujuan bisa membuat tim siaga rabies (Tisira) di setiap Desa/Kelurahan," kata Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa saat dikonfirmasi, Rabu 8 Maret 2023.

Dia melanjutkan, dalam struktur tim tersebut Perbekel/Lurah bertindak sebagai Ketua Tim, Bendesa Adat sebagai Sekretaris, dan anggotanya terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa, Polprades, seluruh Kelian.

Tim ini nantinya memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai upaya penekanan serta memberikan pemahaman bahaya rabies.

Sebab, awal tahun 2023 ini sudah tercatat ada dua kasus suspek rabies.

"Karena pekerjaan atau penanganan rabies ini harus diikuti seluruh stake holder di tingkat desa bahkan banjar. Untuk Jembrana, hanya Desa Batuagung yang sudah membentuk tim tersebut," tegasnya.

Selain desa dinas, kata Widarsa, pihaknya juga sudah memberikan petunjuk atau contoh pararem (aturan) kepada seluruh desa adat.

Untuk saat ini, Desa Adat Baler Bale Agung dengan difasilitas Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana sedang menggodok aturan tersebut agar bisa segera diterapkan. 

"Desa Adat BB Agung sudah difasilitasi oleh MDA. Mudah-mudahan ini bisa segera bisa dilaksanakan," tandasnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Jembrana, Ida Bagus Made Adnyana mengatakan, dengan terbentuknya Tim Siaga Rabies di masing-masing desa, minimal masyarakat menjadi memperoleh pemahaman yang lebih tentang rabies.

Untuk di kesehatan sendiri, masyarakat cenderung belum mengetahui sepenuhnya. Masyarakat hanya tau sampai tahap mencuci luka setelah terjadi gigitan. 

"Nah untuk membawa ke faskes dengan tujuan melapor dan mendapat penanganan minimal pemberian VAR," tegasnya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved