Berita Jembrana

Pemkab Dorong Desa/Kelurahan Bentuk Tim Siaga Rabies

Pemkab Dorong Desa/Kelurahan Bentuk Tim Siaga Rabies, Desa Adat Diharapkan Segera Bentuk Pararem Rabies

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Petugas Keswan-Kesmavet saat melakukan vaksinasi massal di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa 7 Maret 2023 kemarin. 

Dengan pemahaman tersebut, kata dia, minimal kasus suspek rabies bisa ditekan. Sebab, dalam tiga bulan di 2023 ini, Jembrana sudah mencatat dua orang warga meninggal dunia dengan riwayat gigitan anjing (suspek rabies). 

"Jembrana sampai saat ini (tiga bulan) sudah tercatat dua orang suspek rabies. Kami harap tidak bertambah lagi seiring dengan bertambahnya pemahaman masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, seorang warga asal Banjar/Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana meninggal dunia, Senin 6 Maret 2023 siang.

Sebelum meninggal dunia atau tiga bulan lalu, warga tersebut dikabarkan sempat digigit anjing pada pangkal ibu jari kaki kanannya.

Setelah menggigit, hewan penular rabies (HPR) tersebut mati. Pihak Keswan-Kesmavet serta Dinas Kesehatan Jembrana puk melakukan investigasi terkait terkait kasus tersebut. 

Menurut informasi yang diperoleh, warga bernama Ni Putu N (45) tersebut sempat menjalani perawatan di RSU Negara dalam beberapa hari dengan keluhan sesak nafas.

Keterangan keluarga, warga tersebut ada riwayat digigit anijng pada tiga bulan yang lalu namun tidak melapor ke faskes terdekat sehingga belum mendapat penanganan sejak diserang anjing tersebut.

Setelah diperiksa dan observasi, pihak dokter IGD mendiagnosa yang bersangkutan takut menelan air dan takut terhadap cahaya.

Artinya dengan ciri-ciri tersebut, diduga alias suspek rabies.

Korban riwayat gigitan anjing pada tiga bulan lalu tersebut akhirnya meninggal dunia pada pukul 12.03 WITA, Senin 6 Maret 2023.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved