Berita Bali
Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Berlanjut Lagi, Pengerjaan Sempat Terhenti Sejak Bulan Lalu
Berdasarkan data Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier) Bali, luas lahan sawah yang terdampak dalam proyek pembangunan jalan tol.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pengerjaan proyek Jalan Tol Jagat Kerthi Bali atau Tol Gilimanuk-Mengwi dilanjutkan lagi.
Sebelumnya, proyek yang dimulai sejak 10 September 2022 ini sempat dihentikan pada bulan Februari lalu.
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengungkapkan, penghentian pengerjaan proyek tersebut lantaran ada pekerjaan lain yang lebih prioritas. Kata dia, ini yang membuat alat berat serta para pekerja proyek juga dialihkan.
"Untuk yang menggarap (tol) kan tidak bekerja di satu titik saja, tapi wilayah lainnya juga. Ini sudah biasa," ungkap Nengah Tamba, Rabu (29/3).
Berdasarkan data Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier) Bali, luas lahan sawah yang terdampak dalam proyek pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi mencapai 480,54 hektare.
Baca juga: PASCA Indonesia Dicabut Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, PSSI Siap Menanti Sanksi Berat FIFA
Baca juga: Walau Dicabut Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U20, FIFA Tetap Bantu Majukan Sepak Bola Indonesia

Data ini berbeda dengan yang pernah disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster yang menyatakan sawah yang diterabas atau yang terkena trase tol Gilimanuk-Mengwi hanya seluas 200 hektare.
Frontier Bali menyatakan, lahan sawah yang terdampak berada pada tiga kabupaten di Bali. Rinciannya 253,52 hektare di Jembrana. Kemudian 212,89 hektare di Tabanan. Sedangkan di Badung seluas 14,13 hektare.
Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, proyek Jalan Tol Jagat Kerthi Bali atau Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ditargetkan selesai pada 2025. Hingga saat ini pembangunan terus dilakukan seperti pembebasan lahan warga sepanjang 5,5 kilometer.
Koster berharap pada tahun 2023 ini, proses pembebasan lahan milik warga bisa terealisasi sedikitnya 50 persen. "Jalan terus, jalan terus," kata Koster didampingi Cok Ace saat kunjungan kerja ke Jembrana, beberapa waktu lalu.
Kata dia, Badan Pertanahan sedang melakukan penyiapan dokumen serta pengukuran tanah. Proses pembebasan lahan membutuhkan waktu yang cukup panjang karena lahan yang dilintasi tol milik 8.000 kepala keluarga (KK).
"Karena jumlah pemiliknya itu mencapai lebih dari 8.000 kepala keluarga, maka diperlukan waktu yang cukup (lama terkait pembebasan lahan)," dekian kata Koster saat itu..
Koster mengungkapkan, lahan milik Pemprov Bali juga sudah dibebaskan dan dilakukan perataan tanah sekitar tiga kilometer. "Tanah provinsi lagi diratakan, tahap berikutnya baru masuk pematangan," jelasnya.
Koster menyampaikan, trase Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini juga sudah final. Seluruhnya sudah dipetakan dan saat ini sedang penyiapan dokumen. Ia berharap proyek ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu. (mpa)
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.