Mudik Lebaran 2023

Puncak Arus Mudik Diprediksi Malam Ini, Pemudik Diminta Beli Tiket Secara Mandiri

Puncak Arus Mudik Diprediksi Malam Ini, Pemudik Diminta Beli Tiket Secara Mandiri

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Suasana di salah satu titik areal parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Selasa 18 April 2023 siang. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM -  Situasi lalulintas di jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana terpantau masih normal, Selasa 18 April 2023 siang.

Namun begitu, ASDP Pelabuhan Gilimanuk menyatakan bahwa jumlah pengguna jasa dan kendaraan paling padat terjadi Selasa 18 April dinihari tadi.

Pengguna jasa diharapkan memanfaatkan pembelian tiket online secara mandiri untuk meminimalisir antrean di gerai-gerai penjualan tiket. 

Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Djumadi mengatakan, selama empat hari aktivitas di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang alami peningkatan.

Peningkatan terbanyak terjadi pada Senin malam hingga Selasa pagi. 

"Dari empat hari belakanhan ini, paling padat tadi malam. Artinya kita sudah memulai terjadi puncak arus mudik sesuai prediksi pada rakor sebelumnya," 

Djumadi juga menjelaskan, dengan kondisi tersebut tim gabungan akhirnya menerapkan pengalihan arus kendaraan sesuai rencana.

Kendaraan roda dua dan roda empat pribadi dialihkan ke areal Parkir Kargo atau buffer zone.

Sedangkan kendaraan bus dan truk diberikan jalur utama atau jalan raya langsung menuju parkir Dermaga LCM. 

Kemudian, kata dia, untuk jumlah pengguna jasa dan kendaraan mengalami peningkatan sejak Minggu 16 April.

Namun truk masih beroperasi di lapangan meskipun ada imbauan agar truk sumbu panjang tidak beroperasi sejak H-7 Lebaran.

"Tapi untuk truk yang sudah dibatasi sejak kemarin sore sesuai edaran, namun fakta di lapangan (truk) masih mendominasi. Sampai saat ini masih ada 36 unit truk yang masuk," jelasnya. 

Sedangkan untuk pelayanan, Djumadi mengimbau kepada pengguna jasa agar membeli tiket mandiri secara online.

Sehingga ini bisa meminimalisir antrean di gerai bahkan kemacetan atau hal lainnya.

Terpisah, Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, untuk aturan pembatasan truk sudah berlaku sejak kemarin.

Truk yang diperbolehkan adalah dibawah sumbu tiga serta bahan pokok penting. 

"Ini perlu edukasi terutama bagi pemilik armada karena masih terlihat ada truk sampai di Gilimanuk," ungkapnya. 

Sejatinya, kata dia, pihaknya telah menugaskan seluruh personel untuk melakukan imbauan kepada sopir truk.

Bahkan petugas juga diperintahkan untuk menilang truk yang melanggar.

Hanya saja, penindakan tilang tidak bisa dilakukan secara sporadis namun lebih ke pemberian edukasi dan pemahaman.

"Tentu kita akan lebih mengutamakan kelancaran arus mudik. Jika masih ada, nanti kita arahkan ke cekik untuk parkir," terangnya.

Menurutnya, Kabupaten Jembrana menjadi hilir.

Sehingga wilayah yang ada di hulu agar visa membantu agar tidak ada mobilitas sampai ke ujung barat pulau Bali ini.

Jika tidak diatus di hilir, maka akan menutup rekayasa arus lalulintas yang disiapkan. 

"Ini memang cukup mengganggu arus lalulintas. Ketika menutup pintu kargo, kendaraan yang lain tidak bisa kita tarik atau urai. Kami harap semua elemen terutama wilayah hulu untuk menbantu menjaga rekayasa lalulintas tetap berjalan," tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved