Berita Bali
RSUD Bali Mandara Rawat 6 Pasien Meningitis, Punya Riwayat Konsumsi Daging Babi
RSUD Bali Mandara menjadi rumah sakit rujukan untuk kasus Meningitis Streptococus Suis (MSS) yang belakangan ini menyerang masyarakat Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dikatakan oleh menantu pasien, di rumah jarang memasak olahan babi kecuali saat hari raya. Sebelum sakit anemia dikatakan pasien sering mengkonsumsi tipat sate babi.
Baca juga: Dinkes Badung Catat Dari Tahun 2023 Ada 3 Kasus Meningitis, Warga Diminta Makan Olahan Babi Matang
Pasien kelima berusia 70 tahun Laki-laki.
Keluarga pasien mengatakan pasien sering membeli makanan di luar yang tidak diketahui keluarga dan membeli di daerah sekitar Sanur.
Dikatakan keluarga, pasien menyukai olahan daging babi sejak dulu dan pasien termasuk kuat dalam mengkonsumsi olahan daging babi.
Pasien keenam, berusia 75 tahun Perempuan.
Baca juga: Jembrana Catat 5 Kasus Suspek Meningitis, Pemerintah Imbau Jaga Higienis Makanan
Keluarga pasien mengatakan pasien ada riwayat mengkonsumsi olahan daging babi berupa balung dan tum yang diperoleh dari saudara dari Gianyar pada saat Hari Raya Nyepi.
Untuk riwayat konsumsi lawar dikatakan pasien suka dengan masakan lawar, baik lawar biasa ataupun lawar merah.
Biasanya pasien membeli lawar di warung babi guling.
Baca juga: Pasien Meningitis di Gianyar Capai 34 orang, 4 Orang Masih Opname di RSUD Sanjiwani
Namun dari keluarga mengatakan bahwa akhir-akhir ini tidak ada keluarga yang membelikan karena semua bekerja, adapun pasien biasanya diam – diam minta dibelikan orang lain sehingga keluarga tidak tahu dari mana lawar tersebut dibeli dan kapan riwayat konsumsi lawar terakhir.
Dikatakan Suarjaya lima pasien suspek MSS sudah pulih dan pulang dari rumah sakit sementara satu pasien sisanya, yakni pasien keenam masih dirawat di ICU RSUD Bali Mandara.
“Kelima pasien sudah pulang tersisa satu pasien lagi yang masih dirawat di ruang ICU RSUD Bali Mandara,” jelasnya.
Lebih lanjutnya Suarjaya mengatakan, penanganan pada pasien Suspek Meningitis Streptococus Suis (MSS) sama seperti pasien Meninigitis pada umumnya.
“Penanganannya seperti pasien meningitis biasa jadi ditempatkan diruang khusus tergantung kondisi pasien bisa di ruang biasa, diruang ICU, isolasi khusus nanti juga ditangani Laboratoriumnya,” tutupnya. (*)
Berita lainnya di Meningitis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-meningitis-34.jpg)