Berita Bali
Waspada! Meningitis Bisa Menular Lewat Luka, Ini Tips dan Trik Agar Terhindar Dari Resikonya
Meningitis Streptococcus Suis dapat meninggalkan gejala, sisa seperti tuli atau gangguan pendengaran dan gangguan keseimbangan meski Meningitis
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski dapat disembuhkan, penyakit Meningitis khususnya yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus Suis tetap harus diwaspadai.
Meningitis Streptococcus Suis dapat meninggalkan gejala, sisa seperti tuli atau gangguan pendengaran dan gangguan keseimbangan meski Meningitis telah disembuhkan.
Bahkan, dalam kondisi yang parah, penyakit Meningitis dapat menyebabkan kematian pada pasien.
Seperti pepatah 'mencegah lebih baik daripada mengobati', dr. AA Ayusurya Praba Sp.S(K) selaku dokter neuro infeksi RSUP Prof. Ngoerah kemudian memberikan tips dan trik pencegahannya.
Dokter Ayu mengatakan, Meningitis yang banyak kita jumpai di Bali sebagian besar disebabkan oleh bakteri Streptococcus Suis.
Baca juga: Peternak Mengeluh! Harga Babi Turun Rp 3.000 Per Kg di Karangasem
Baca juga: Usai Minum Kepala Gede Dana Malah Dipukul Botol Beer, Begini Kondisinya!

Bakteri itu adalah bakteri yang hidup pada daging babi, dan menjadi penyebab Meningitis akibat pengolahan kurang sempurna seperti tidak matang atau setengah matang.
Oleh karena itu, salah satu cara agar terhindar dari Meningitis jenis ini adalah dengan mengolah daging babi hingga matang.
“Daging babi kalau tidak matang, artinya bakteri masih bisa hidup bahkan saat masuk ke tubuh manusia karena hanya akan mati dengan pemanasan.
Sebaiknya hindari mengonsumsi daging babi yang tidak matang atau yang tidak matang sempurna,” kata dr. AA Ayusurya Praba Sp.S(K).
Selain itu, dalam pengolahannya yang sendiri harus menggunakan pelindung pada bagian tubuh yang berkontak langsung dengan daging, misalnya menggunakan sarung tangan.
Dokter Ayu menjelaskan bakteri dapat masuk ke tubuh manusia melalui jaringan kulit yang terbuka, contohnya melalui luka.

Bakteri akan masuk ke tubuh melalui pembuluh darah pada kulit dan menginfeksi tubuh.
“Kami imbau untuk hati-hati saat melakukan pengolahan daging babi, dengan menggunakan tangan dan kami sarankan untuk menggunakan pelindung seperti sarung tangan saat memasak.
Dikhawatirkan apabila terdapat luka, maka bakteri tersebut bisa masuk ke pembuluh darah melalui luka itu,” terangnya.
Kebersihan anggota tubuh, khususnya tangan dari pengolah makanan tersebut juga harus dipastikan dan harus menjadi atensi penting.
Dalam masyarakat, terdapat isu yang mengatakan bakteri dapat mati apabila diolah dengan bumbu Bali tanpa dimasak.
Ada pula isu yang mengatakan, bahwa bakteri atau virus akan mati apabila mengonsumsi arak setelah mengonsumsi daging babi tak matang sempurna.
Berkaitan dengan hal tersebut, dokter Ayu menegaskan hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan kebenaran kedua hal tersebut.
Sebenarnya, penyebab Meningitis pun diutarakan beragam jenisnya, namun untuk Bali didominasi oleh Streptococcus Suis yang hidup pada babi.
Kemudian, karena Meningitis disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang berikan adalah antibiotik dengan durasi minimal 14 hari sampai 21 hari.
Kesembuhan Meningitis ini tergantung pada derajat keparahan pasien karena pada saat dirawat, Meningitis bisa menimbulkan komplikasi dengan penyakit lainnya.

“Meningitis ini tidak hanya bisa menyebabkan infeksi otak, tetapi bisa juga menyebabkan infeksi sistem atau organ lainnya sehingga menyebabkan komplikasi infeksi yang berat hingga resiko kematian,” ujarnya.
Terkadang Meningitis sering dipersepsikan sebagai penyakit demam berdarah karena memiliki gejala yang sama, tetapi ternyata beberapa hari kemudian pasien justru mengalami gangguan pendengaran.
Hal ini juga membuat pengobatan menjadi tertunda, sehingga berpengaruh terhadap tingkat keparahan dari penyakit Meningitis tersebut.
Di samping itu Meningitis dapat menyebabkan gejala sisa yang sebagian besar, berupa ketulian atau gangguan pendengaran serta gangguan keseimbangan.
Ini dikarenakan Meningitis mengenai saraf kedelapan yaitu saraf yang berperan dalam pendengaran dan keseimbangan. (*)
meningitis
menular
waspada
Streptococcus Suis
gangguan pendengaran
gangguan keseimbangan
pembuluh darah
daging babi
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.