Berita Jembrana

Pemetaan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul, BPBD Jembrana Usul 2 Desa Pesisir Tambahan Rawan Tsunami

Pemetaan titik jalur evakuasi dan titik kumpul di empat desa, BPBD Jembrana usulkan dua desa pesisir tambahan yang rawan tsunami.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
Foto istimewa BPBD Jembrana
Suasana saat tim BNPB, BPBD Jembrana serta aparat Desa Perancak melakukan pemetaan titik jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayah rawan tsunami Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu 29 April 2023. 

NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BPBD Jembrana menggelar kegiatan pemetaan kerentanan bahaya tsunami di empat desa pada 28-29 April 2023 kemarin.

Hal yang dilakukan adalah pemetaan titik jalur evakuasi dan titik kumpulnya.

Namun, untuk hasilnya masih belum fix mengingat ada beberapa lokasi yang digeser karena tidak memungkinkan.

Disisi lain, BPBD Jembrana juga telah mengusulkan bahwa ada dua desa tambahan rentan terdampak bencana tsunami.

Sehingga, total ada 8 desa pesisir di Jembrana yang rawan Tsunami.

Menurut data yang diperoleh, empat desa yang dimaksud diantaranya Desa Tuwed Kecamatan Melaya, Desa Banyubiru dan Pengambengan Kecamatan Negara, dan Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Sementara desa lainnya yakni Air Kuning, Yeh Kuning, Delod Berawah dan Penyaringan.

"Surveinya sudah lama dilakukan termasuk sudah menghitung jumlah orang yang terdampak. Berapa KK dan berapa jiwa. Kemarin, sesuai survey itu kita lakukan pemetaan titik jalur evakuasi dan kumpulnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Minggu 30 April 2023. 

Menurutnya, dari kegiatan tersebut hasilnya masih belum fix. Sebab, ada beberapa titik yang digeser karena tidak cocok.

Baca juga: BPBD Jembrana Siagakan Pos Darurat di Kawasan Hutan Cekik, Antisipasi Bencana Alam di Jalur Mudik

Misalnya, di sekolah, di sana jumlah orang yang terdampak sebanyak 2.000 dan lokasi tersebut tidak menampung sehingga kita geser ke lokasi lain. 

"Kemudian ada juga lokasi yang terlalu dekat dengan pantai atau laut. Tidak mungkin orang bakal berlari menuju ke titik tersebut karena tidak aman," ungkapnya. 

Agus Artana juga mengungkpkan, sebelumnya Jembrana hanya mendapat kuota enam desa rentan tsunami.

Namun, saat ini pihaknya sudah mengusulkan dua desa lain yang kondisinya sama, yakni Desa Tuwed dan Banyubiru ke pusat.

"Semoga kedepan bisa terwujud. Artinya dua desa yakni Tuwed dan Banyubiru ini masuk ke kategori tersebut. Tapi, jika tidak masuk di pusat, kita yang eksekusi bakal memasang rambu jalur dan titik kumpulnya," tegasnya. 

Selain itu, kata dia, 160 papan jalur evakuasi telah diberikan oleh BNPB untuk enam desa yang telah ditetapkan jalur evakuasinya.

Enam desa yang dimaksud adalah Pengambengan, Delod Berawah dan Penyaringan.

Serta desa masuk zona merah tsunami yakni Perancak, Air Kuning, dan Yeh Kuning. 

"Kami harap dengan pemetaan ini masyarakat yang masuk wilayah potensi tsunami bisa lebih sigap dan waspada terhadap bencana tsunami," harapnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved