Berita Karangasem

Proyek Normalisasi Tiga Sungai Batal, Padahal Kerap Meluap Saat Hujan Deras Intensitas Lama

Pemkab Karangasem menunda proyek normalisasi tiga aliran sungai. Alasannya keterbatasan anggaran.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Ilustrasi sungai - Pemkab Karangasem menunda proyek normalisasi tiga aliran sungai. Alasannya keterbatasan anggaran. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemkab Karangasem menunda proyek normalisasi tiga aliran sungai. Alasannya keterbatasan anggaran.

Tiga sungai tersebut yakni Sungai Ganggangan di Kecamatan Bebandem. Sungai Batah di Kecamatan Selat dan Sungai Mbah Api di Kecamatan Abang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Karangasem, Wedasmara mengatakan, tiga sungai ini sudah mengalami pendangkalan dan memang saatnya untuk dinormalisasi. Sungai sering meluap saat hujan deras dengan intensitas lama hingga mengakibatkan banjir.

"Cuma anggaran kami sekarang terbatas. Kalau dipaksakan, khawatir kami tak bisa bawa gaji para karyawan di akhir semester. Sementara kegiatan normalisasi tiga sungai terpaksa kami tunda," kata Wedasmara, Selasa (30/5).

Padahal anggaran yang dibutuhkan untuk normalisasi hanya Rp 300 juta. Ia mengatakan, normalisasi tiga sungai ini penting dilakukan. Namun uang itu dipakai untuk hal yang lebih mendesak lainnya meski ia tak menjelaskan apa. Ia berharap anggaran normalisasi bisa dipasang di Perubahan 2023.

Baca juga: Lebih dari 3.000 Jiwa Tak Dapat Air PDAM, Perumda Panca Mahottama Belum Mampu Beri Layanan Merata

Baca juga: Pusat Bangun 292 Rumah Tahan Gempa di Karangasem, Untuk Korban Bencana di Desa Ban dan Desa Pempatan

Ilustrasi hujan - Rencananya, kata Wedasmara, sungai tersebut akan diperdalam serta diperlebar agar air lancar saat musim hujan. Titik sungai yang diperdalam dan diperlebar hanya yang berdekatan dengan rumah warga.
Ilustrasi hujan - Rencananya, kata Wedasmara, sungai tersebut akan diperdalam serta diperlebar agar air lancar saat musim hujan. Titik sungai yang diperdalam dan diperlebar hanya yang berdekatan dengan rumah warga. (freepik)

Rencananya, kata Wedasmara, sungai tersebut akan diperdalam serta diperlebar agar air lancar saat musim hujan. Titik sungai yang diperdalam dan diperlebar hanya yang berdekatan dengan rumah warga.

"Selain normalisasi, pemeliharaan sumber mata air di Karangasem yang dianggarkan lewat APBD juga ditunda karena keterbatasan anggaran. Padahal kondisi sumber mata air sudah rusak. Ada tiga sumber mata air yang rencananya dilakukan pemeliharaan di tahun 2023," jelas Wedasmara.

Tahun 2021, Dinas Pekerjaan Umum Karangasem telah menormalisasi delapan sungai. Di antaranya Sungai Batuniti, Sungai Belong di Kecamatan Kubu. Sungai Buhu, Sungai Dalem Hulu, Sungai Sayong, Sungai Wates, Sungai Sehe, dan terakhir Sungai Petiwasan di Kecamatan Manggis.

Sedangkan di tahun 2020 otoritas menormalisasi empat sungai. Sedangkan tahun 2018 ada sembilan sungai yang dinormalisasi. Sungai yang dinormalisasi yakni yang berhulu dari gunung. Di antaranya Sungai Unda, Sungai Betel, Sungai Pati, dan Mbah Api.

Tak hanya itu, Pemkab Karangasem juga mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk menormalisasi sungai dengan aliran besar atau daerah aliran sungai (DAS) sesuai pemetaan kajian sejarah tahun 1963. Yakni DAS Nusa, DAS Buhu, DAS Seringting, dan DAS Nyuling. (ful)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved