Pilpres 2024
Golkar Tutup Peluang Dukung Anies, Paling Lambat Agustus Tentukan Langkah Politik
Ia menuturkan bahwa Anies telah berbeda koalisi dengan Golkar yang kini berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP.
TRIBUN-BALI.COM - Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus menyebut partainya menutup peluang berkoalisi dengan partai politik (Parpol) pendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden (Capres).
Ia menuturkan bahwa Anies telah berbeda koalisi dengan Golkar yang kini berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. Sementara itu, Anies berada di koalisi perubahan bersama NasDem, PKS dan Demokrat.
"Saya belum bisa itu. Pak Anies itu koalisinya beda dengan kita," kata Lodewijk di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (29/6).
Ia menjelaskan bahwa gerbong koalisi yang bakal dipilih oleh Golkar tidak jauh dengan sikap PPP dan PAN. PPP kini telah mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres bersama PDIP. "Kalau bicara dukungan ya bicaralah antara Pak Airlangga Hartarto kemudian Pak Zulhas dan tentunya Ketum dari PPP itu sementara yang kita pegang," pungkasnya.
Sebelumnya, Golkar menargetkan akan menentukan sikap politik terkait arah dukungan di Pilpres 2024 dalam waktu dua bulan mendatang. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Golkar Nurul Arifin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/6). "Kita menunggu, karena masih ada kurang lebih kalau kata ketua umum kami sih dua bulan inilah kita akan tentukan, kita mau berkoalisi dengan siapa begitu," kata Nurul.
Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan, Golkar hingga saat ini tak ingin terburu-buru menentukan langkah politiknya, terkait Pemilu 2024. "Jadi, masih enggak mau buru-burulah tenang-tenang paling telat Bulan Agustus lah," ucapnya.
Nurul menambahkan, bahwa Golkar hingga kini masih melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai politik peserta Pemilu. "Koalisi tetap masih sangat dinamis lah ya," pungkasnya.
Dalam perkembangannya, Sekjen PDIP.
Baca juga: Marak Rabies! Masyarakat Mulai Sadar Vaksinasi Anjingnya, Dinas Pertanian Targetkan 80 Persen
Baca juga: Tiga Kendaraan Rusak Ditimpa Pohon Tumbang di Pantai Penimbangan Buleleng

PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pantun menarik ketika melakukan peletakan baru pertama (groundbreaking) pembangunan Monumen Plaza Dr (HC) Ir Soekarno di kawasan GOR Saparua, Kota Bandung, pada Rabu (28/6). Isi pantunnya, selain memuji komitmen Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menghargai pendiri bangsa khususnya Bung Karno, juga menyinggung pria yang akrab disapa Kang Emil itu sebagai bakal calon wakil presiden potensial pendamping Ganjar Pranowo.
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, pun tak bisa menutupi rasa sukanya. Ada setidaknya tiga pantun Hasto yang disampaikan terbuka di hadapan hadirin acara tersebut, yang memuji Kang Emil. “Dari Jakarta menuju Bandung, emandangannya indah banyak gunung, kepemimpinan Pak RK selalu kita dukung, bangun monumen megah, seluruh keluarga Bung Karno pun ikut tersanjung.”
Selanjutnya pantun yang kedua adalah sebagai berikut. “Dasasila Bandung berhasil guncangkan dunia, membangun solidaritas antar bangsa, di sini akan dibangun patung Bung Karno tertinggi di dunia, semua berkat kerja keras Pak RK.”
Pantun ketiga dan paling membuat riuh suasana disampaikan Hasto di bagian akhir pidatonya. “Kang Emil memang kaya prestasi, memajukan Jabar penuh daya seni, Pemilu akan digelar beberapa bulan lagi, Bacawapres Pak Ganjar ternyata ada di sini,” ungkap Hasto.
Sontak pantun terakhir ini mengundang tepuk tangan meriah dari khalayak yang hadir. Apalagi Hasto membakar semangat dengan teriakan 'Merdeka' yang dipopulerkan partai itu, khususnya Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Kang Emil, ketika tiba saatnya menyampaikan pidato sambutan, mengawali dengan tanggapan singkat atas pidato dan pantun Hasto itu. “Terima kasih kepada Pak Hasto Kristiyanto yang dengan pantun-pantun kreatifnya, sangat menyenangkan sekaligus dan mengagetkan,” kata Kang Emil yang disambut tawa ratusan hadirin.
Menyikapi pantun Hasto yang menyebut Kang Emil bakal Cawapres untuk Ganjar, Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus mengaku tidak kaget kadernya itu masuk bursa Cawapres di PDIP. Menurutnya, hal itu sudah pernah disampaikan ketua DPP PDIP, Puan Maharani. "Kan memang sudah disampaikan Mbak Puan bahwa Cawapresnya ada tujuh bukan cuma satu, tujuh (Cawapres) teman-teman tahulah bukan Pak Ridwan Kamil. Ada tujuh yang disampaikan Mbak Puan, katanya mereka kemarin waktu Bulan Bung Karno diundang semua. Jadi bukan hanya Pak Ridwan," kata Lodewijk.
Kemudian Lodewijk juga mengungkapkan bahwa nama Airlangga Hartarto juga masuk radar bakal Cawapres Ganjar Pranowo. "Ya ada kata Mbak Puan itu ada, Pak Airlangga masuk radar," ujarnya.
Namun terkait kemungkinan Airlangga Hartarto jadi Bacawapres Ganjar, Lodewijk belum mengetahui hal itu. "Kita belum tahu. Saya katakan ulang, tahun ini kita masih fokus Airlangga sebagai calon presiden. Kita masih berbicara tentang koalisi KIB, koalisi kita masih KIB belum berubah, Golkar masih KIB," katanya. (tribun network)
MK Tolak Permohonan Kubu 01 dan 03, Anies-Imin Menghormati, De Gadjah: Ini Kehendak Rakyat |
![]() |
---|
De Gadjah: Ini Kehendak Rakyat! MK Tolak Permohonan Kubu 01 dan 03 Gugatan Pilpres |
![]() |
---|
SENGKETA Pilpres 2024! MK Tolak Gugatan Kubu 01 & 03, Prabowo Bakal Segera Temui Mega, Ada Apa? |
![]() |
---|
TOLAK Permohonan Kubu 01 & 03, De Gadjah Sebut Kehendak Rakyat, Tuhan Merestui dan Semesta Mendukung |
![]() |
---|
KPU Siap Terima Apapun Putusannya! Sidang Sengketa Pilpres, Prabowo-Gibran Dipastikan Tidak Hadir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.