Berita Klungkung

Masih Banyak Kebocoran Pungutan Turis, Klungkung Rancang Sistem Retribusi Digital di Nusa Penida

Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung.

Pixabay
Ilustrasi - Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung. Namun masih ada pungutan bocor. Pemkab sekarang menyiapkan sistem retribusi digital untuk menekan kebocoran itu. 

TRIBUN-BALI.COM - Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung. Namun masih ada pungutan bocor. Pemkab sekarang menyiapkan sistem retribusi digital untuk menekan kebocoran itu.

"Misal ada wisatawan 10, tapi bayar retribusi enam orang. Belum lagi wisatawan yang kucing-kucingan dengan petugas pungut retribusi. Ini di lapangan masih sering terjadi di Nusa Penida," ujar seorang pelaku pariwisata Nusa Penida yang meminta namanya dirahasiakan, Minggu (2/7).

Masalah ini juga menjadi atensi dewan hingga beberapa kali menggelar sidak ke pos retribusi. Dewan kerap mendapatkan laporan adanya kebocoran retribusi. Potensi kebocoran masih terjadi. Apalagi sampai saat ini sebagian besar pungutan masih manual sedangkan jumlah petugas terbatas.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengaku masih berupaya untuk melakukan digitalisasi retribusi pungutan wisatawan di Nusa Penida. Sementara ini, pungutan retribusi dengan sistem digital hanya diberlakukan di Nusa Lembongan.

Baca juga: Buleleng Usulkan 1.281 Formasi PPPK ke Pusat, Khusus Penuhi Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Nakes

Baca juga: Mapepada Wewalungan Jelang Puncak Karya Pujawali Pura Mandara Giri Semeru Agung,Wagub Cok Ace Hadir

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Senin 3 Juli 2023, Bali Masuk Daftar, Ini Daftar 28 Wilayah di Indonesia 

Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung. Namun masih ada pungutan bocor. Pemkab sekarang menyiapkan sistem retribusi digital untuk menekan kebocoran itu.
Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung. Namun masih ada pungutan bocor. Pemkab sekarang menyiapkan sistem retribusi digital untuk menekan kebocoran itu. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

"Misalnya di Pos Pungutan Retribusi di Devil's Tear (Nusa Lembongan), dengan penerapan E-Ticketing mampu mencatat jumlah pengunjung wisatawan dengan lebih akurat dan transparan," jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati mengatakan, pada April hingga Mei pendapatan dari retribusi masuk kawasan Nusa Penida lebih dari Rp 1,2 miliar karena ada banyak libur panjang domestik.

Sedangkan Juni masih belum direkap, namun diprediksi pendapatan sekitar Rp 1,4 miliar. "Jumlah pemasukan yang diperoleh dari kunjungan turis ke Nusa Penida pada Januari hingga Mei 2023, yakni Rp 4,456 miliar lebih," jelas Sulistiawati.

Sulistiawati juga mengatakan, sepanjang 2022 kunjungan wisatawan ke Nusa Penida mencapai 312.872 orang. Dari Januari hingga Mei 2023, total kunjungan sudah mencapai 205.969 orang. Rinciannya Januari 25.682 orang, Februari 29.972 orang, Maret 33.688 orang, April 57.727 orang, dan Mei 58.900 orang. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved