Berita Karangasem

Bencana Alam Akibatkan Ribuan Pelanggan Tirta Toh Langkir Kesulitan Air Bersih di Karangasem

Akibatnya, 1.000 pelanggan lebih kesulitan mendapatkan air bersih lantaran pendistribusian air terhambat ke pelanggan.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Manuel Darío Fuentes Hernández from Pixabay
Ilustrasi air bersih - Beberapa  titik jaringan pipa perusahaan daerah (Perusda) Tirta Toh Langkir Karangasem, rusak akibat bencana alam banjir dan tanah longsor satu minggu terakhir. Akibatnya, 1.000 pelanggan lebih kesulitan mendapatkan air bersih lantaran pendistribusian air terhambat ke pelanggan. 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa  titik jaringan pipa perusahaan daerah (Perusda) Tirta Toh Langkir Karangasem, rusak akibat bencana alam banjir dan tanah longsor satu minggu terakhir.

Akibatnya, 1.000 pelanggan lebih kesulitan mendapatkan air bersih lantaran pendistribusian air terhambat ke pelanggan.

Direktur Tirta Toh Langkir, Komang Haryadi Parwata, mengatakan, jaringan pipa transmisi yang  kena bencana alam yakni  jaringan pipa di Mijil, Kec. Sidemen yang putus dikarenakan longsor.

Serta aliran air Telaga Waja. Pelanggan  terdampak dari  Kecamatan Sidemen, Karangasem dan Selat. Seperti Tangkup, dan Sangkan Gunung.

Baca juga: Dipenuhi Material Longsor, Bendung Sidembunut Kanan Bangli Ditutup Sementara!

Baca juga: Dinas Sosial Provinsi Bali Data KK Untuk Salurkan Bantuan Sosial Bencana Alam

Ilustrasi - Beberapa  titik jaringan pipa perusahaan daerah (Perusda) Tirta Toh Langkir Karangasem, rusak akibat bencana alam banjir dan tanah longsor satu minggu terakhir.

Akibatnya, 1.000 pelanggan lebih kesulitan mendapatkan air bersih lantaran pendistribusian air terhambat ke pelanggan.
Ilustrasi - Beberapa  titik jaringan pipa perusahaan daerah (Perusda) Tirta Toh Langkir Karangasem, rusak akibat bencana alam banjir dan tanah longsor satu minggu terakhir. Akibatnya, 1.000 pelanggan lebih kesulitan mendapatkan air bersih lantaran pendistribusian air terhambat ke pelanggan. (KOMPAS.com)


"Pelanggan yang terdampak mencapai 1.000 lebih. Seperti pelanggan yang ada di Kecamatan Sidemen, Selat, dan Karangasem. Kerusakannya lumayan parah, serta perlu perbaikan maksimal. Perbaikannya masih terus digelar,"jelas Komang Haryadi Parwata, Senin (10/7/2023).

Ditambahkan, untuk jaringan pipa di Kecamatan Karangasem dan aliran air Telaga Waja sudah mendapat perbaikan.

Hanya pendistribusian air belum maksimal. Sedangkan jaringan pipa yang di Kecamatan Sidemen belum  diperbaiki karena  kondisinya masih labil. Potensi tanah longsor masih terjadi dikarenakn masih labil.


"Pelanggan yang sumber airnya dari pipa Mijil, Kecamatan Sidemen besar kemungkinan tidak teraliri air. Seperti di Desa Tangkup dan Sangkan Gunung, Kec. Sidemen. Tadi saya sudah gelar asessment ke lokasi. Kondisinya masih  memprihatinkan. Kita masih menunggu cuaca,"kata pria asal Kelurahan Karangasem.


Perbaikan jaringan pipa di Kecamatan Sidemen perlu ke hati - hatian karena kondisi  medan, dan tanah masih labil. Petugas belum berani memperbaikinya. Pompa juga terkena material longsor. Aliran listrik sementara dimatikan. Petugas masih tunggu kondisi tanah, & cuaca."Bertahap perbaikannya. Pelanggan harus sabar,"harapnya.


Perusda  Tirta  Toh langkir Kab. Karangasem sudah melayangkan surat ke Desa. Tujuannya  untuk memberitahu pelanggan air Tirta Toh Langkir untuk bersabar. Kemungkinan aliran air tak mengalir hingga 3 sampai 4 hari  ke depan.  Mengingat  petugas masih melakukan perbaikan dan  mengecek  kondisi jaringan pipa tranmisinya.


Untuk pelanggan yang belum teraliri air untuk sementara di pasok menggunakan mobil tangki ke pelanggan.

Sehingga para pelanggan tetap bisa beraktivitas."Sementara kita pasok air pakai mobil tangki. Kemungkinan dilakukan bertahap, dan giliran. Semoga aliran airnya bisa segera beroperasi,"harap Mang Adi,sapaan akrabnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved