Berita Jembrana

Pedagang Kepanasan di Pasar Relokasi Umum Negara, Bangun Kios Sempit dengan Atap yang Rendah

Pedagang Pasar Umum Negara mulai pindah ke tempat relokasi di areal parkir kantor Bupati Jembrana, Senin (14/8).

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Salah satu pedagang Pasar Umum Negara yang sudah mulai berjualan di tempat relokasi areal Parkir Kantor Bupati Jembrana, Senin 14 Agustus 2023. 

TRIBUN-BALI.COM - Pedagang Pasar Umum Negara mulai pindah ke tempat relokasi di areal parkir kantor Bupati Jembrana, Senin (14/8). Karena ukuran kios yang tidak memadai, pedagang terpaksa meninggal separuh stok dagangan mereka di rumah.

Di tempat relokasi, dari ratusan kios hanya beberapa saja yang sudah ditempati. "Sudah mulai dari kemarin kami pindah," kata Ni Putu Indah, pedagang yang sudah mulai berjualan di pasar relokasi.

Ia pindah lebih awal agar barang dagangannya tertata dengan baik. Namun karena ukuran kios yang kecil, separuh stok dagangannya tak bisa ditampung di tempat relokasi. "Separuh stok saya taruh di rumah karena di sini tidak cukup. Sewaktu-waktu bisa saya ambil," ucap pedagang palen-palen ini.

Baru sehari menempati kios itu, Indah sudah mengeluh. Saat hari memasuki siang, suhu di dalam kios begitu panas. Ini karena bangunan yang kecil serta atap yang tidak terlalu tinggi. Ia sampai membawa kipas angin.

Baca juga: Tetangga Sudah Lama Tak Lihat Jro Pasek, Sang Pawang Hujan Nyentrik Telah Berpulang 

Baca juga: Debit Sumber Air di Hutan Mengecil, Warga Pancardawa Jembrana Kekeringan Sejak 2 Pekan Lalu

Baca juga: Pendaki Bukit Abang Wajib Kenakan Pakaian Adat! Pokdarwis Tak Mau Kecolongan Ulah Wisatawan Lagi

Salah satu pedagang Pasar Umum Negara yang sudah mulai berjualan di tempat relokasi areal Parkir Kantor Bupati Jembrana, Senin 14 Agustus 2023.
Salah satu pedagang Pasar Umum Negara yang sudah mulai berjualan di tempat relokasi areal Parkir Kantor Bupati Jembrana, Senin 14 Agustus 2023. (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Namun untungnya, masih ada fasilitas yang didapat seperti air, listrik dan bebas dari biaya retribusi. "Selama relokasi listrik dan air gratis. Kemudian tidak ada retribusi. Sebelumnya atau selama masa persiapan relokasi juga tidak dikenakan retribusi," tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, hingga Minggu kemarin sudah ada delapan pedagang yang pindah ke tempat relokasi. "Datanya bakal terus bergerak, kemarin malam terakhir sudah delapan pedagang," katanya.

Untuk menjamin keamanan, pihaknya juga memasang CCTV di lokasi serta bakal menempatkan personel Satpol PP untuk berjaga. "CCTV dan petugas sudah kami siapkan untuk pengamanan. Satpol PP akan berjaga secara bergantian di sana (tempat relokasi)," tandasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved