Tali Lift Putus di Ubud

Owner Ayu Terra Resort Ubud Dicecar 60 Pertanyaan di Polres Gianyar, Laporkan Kontraktor Ihwal Lift!

Usai tragedi lift maut yang merenggut 5 korban jiwa di Ayu Terra Resort Ubud 1 September 2023 lalu. 

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
OWNER - Pemilik Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo (tengah), Vincent Juwono (kanan) dan pengacara yang mendampingi, Heri (kiri) di Denpasar, Minggu (10/9) malam. 

TRIBUN-BALI.COM - Owner Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Gianyar, Senin (11/9/2023).

Usai tragedi lift maut yang merenggut 5 korban jiwa di Ayu Terra Resort Ubud 1 September 2023 lalu. 

Ia datang bersama Vincent Juwono, suaminya dan kuasa hukumnya. Ini merupakan panggilan pertama yang dilakukan polisi.

Pemeriksaan berlangsung lama. Mereka sudah masuk ke ruang penyidik dari pukul 10.30 Wita, namun belum keluar ruangan hingga pukul 18.05 Wita.

Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko saat ditemui di sela-sela pemeriksaan tersebut membenarkan, pihaknya masih memeriksa owner dan manajer Ayu Terra Resort. Dalam pemeriksaan ini, pihaknya memberikan sekitar 60 pertanyaan.

Baca juga: OWNER Ayu Terra Resort Ubud Keluar Baru Saja, Usai Diperiksa 11 Jam di Polres Gianyar 

Baca juga: LONGSOR di Kemuning Karangasem, BPBD Bali Salurkan Santunan untuk Korban, Simak Beritanya!

Baca juga: FIRASAT Tidak Baik! Diungkapkan Korban Selamat Longsor di Karangasem, Gali Batu Hari Kajeng Kliwon!

Awak media saat meminta keterangan pengacara Ayu Terra Resort Ubud di Mapolres Gianyar, Senin 11 September 2023 malam.
Awak media saat meminta keterangan pengacara Ayu Terra Resort Ubud di Mapolres Gianyar, Senin 11 September 2023 malam. (Wayan Eri Gunarta/Tribun Bali)

Kata dia, pemeriksaan masih dalam rangka menanyakan seputar bagaimana tugas dan tanggung jawab mereka terhadap Ayu Terra Resort, serta terkait izin yang mereka kantongi dalam mengoperasikan resort yang berlokasi di Desa Kedewatan, Ubud itu.

"Kita masih mendalami terkait pemasangan, izin kelayakan dan pergantian tali sling. Garis besarnya adalah pemeriksaan pada hari ini tidak menjurus. Artinya kita hanya memeriksa bagian-bagian luarnya saja. Tidak terlalu mengkhususkan atau menspesifikkan pemeriksaan. Tapi kita hanya melaksanakan pemeriksaan awal," ujarnya.

AKP Ario Seno menegaskan, pemeriksaan ini belum menjurus ke penetapan tersangka. "Kalau mengarah ke penetapan tersangka, saya sampaikan itu masih jauh. Mengapa masih jauh? Contohnya minggu ini, besok kita baru akan melakukan pemeriksaan saksi ahli ke Jakarta.

Penetapan tersangka dalam hal ini murni saintific, murni berdasarkan ilmu sain dari beberapa saksi ahli," ujarnya.

Ario Seno mengungkapkan peran-peran saksi ahli dalam kasus ini. Mulai dari saksi ahli dari Fakultas Teknik Universitas Udayana, kata dia, akan mencari penyebab tali sling lift putus.

"Penyebab tali putus akan ditentukan dari keterangan saksi ahli dari Unud dan Bid Labfor Polri," ujarnya.

Sementara terkait uji kelayakan lift, sertifikasi, apakah lift telah berstandar SNI atau tidak, kata Ario Seno, nantinya akan dijawab oleh Bidwasker K3 Kementerian Ketenagakerjaan.

"Jadi kalau kita mau ngomong tentang spesifiknya kita belum bisa, karena hasil pemeriksaan dari saksi belum ada. Baru kita rencanakan dan hasil uji Labfor-nya juga belum keluar. Kami beserta tim akan berangkat ke Jakarta untuk meminta keterangan saksi ahli (Kementerian Ketenagakerjaan), ditambah dengan keterangan PT S, tempat Ayu Terra membeli mesin dan tali sling," ujar Kasatreskrim.

Disinggung soal Ayu Terra Resort melaporkan pihak kontraktor ke Polda Bali, Ario Seno mengatakan hal tersebut tidak akan mengubah proses apa pun yang telah berlangsung di Polres Gianyar.

"Melaporkan atau tidak melaporkan itu adalah hak dari setiap orang. Kita di Polres Gianyar fokus kepada fakta yang ada di TKP, hasil olah TKP dan hasil uji labfor. Kita fokus di sana.

Apakah pemilik mau melaporkan teknisi atau siapa, atau mau melawan secara hukum atau bagaimana terkait dengan isu yang beredar di masyarakat, kita tak melarang. Karena itu adalah hak dari masing-masing orang," tandasnya.

AKP Ario Seno mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah memeriksa 19 saksi, termasuk owner dan manajer. Dalam pemeriksaan owner dan manajer, pihaknya belum melakukan konfrontir terhadap keterangan saksi-saksi lainnya.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) gerak cepat melakukan peninjauan di lokasi kecelakaan lift, yang menewaskan lima orang karyawan di Ayu Terra Resort, Ubud, Gianyar, Bali pada Sabtu (2/9/2023) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace didampingi Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder serta disambut langsung oleh pemilik resort, Linggawati Utomo.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) gerak cepat melakukan peninjauan di lokasi kecelakaan lift, yang menewaskan lima orang karyawan di Ayu Terra Resort, Ubud, Gianyar, Bali pada Sabtu (2/9/2023) siang. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace didampingi Kapolsek Ubud, Kompol I Made Uder serta disambut langsung oleh pemilik resort, Linggawati Utomo. (Istimewa)

"Pemeriksaan hari ini (kemarin, Red) baru pemeriksaan awal dari pemilik sekaligus manajer. Belum mengkonfrontir dengan keterangan saksi lain. (Pemeriksaan kali ini) ada 60 pertanyaan. Kemungkinan akan ada pemeriksaan lanjutan. Saksi yang diperiksa 19 orang, termasuk owner. Dan tak menutup kemungkinan akan bertambah," tandasnya.

Kuasa Hukum Ayu Terra Resort, I Nyoman Wirajaya menjelaskan, pemanggilan kliennya tersebut pemanggilan sebagai saksi. "Pemanggilan biasa sebagai saksi, dalam rangka proses penyelidikan agar kasus ini duduknya terang benderang. Ini baru pemanggilan pertama. (Yang dipanggil) kedua owner, suami istri," ujarnya.

Wirajaya membenarkan pihaknya melaporkan vendor lift maut Ayu Terra Resort ke Polda Bali. Sebab, kata dia, ada berbagai kebohongan yang dilakukan pihak vendor dalam pengadaan lift tersebut, hingga berujung lima korban jiwa.

"Memang kita harus melaporkan pihak vendor, dengan pasal 378, karena ada rangkaian kebohongan yang disampaikan oleh vendor, terutama saat komunikasi dari awal sampai sekarang. Ada banyak sekali kebohongannya. Kita tak bisa sebutkan satu per satu," ujarnya.

Wirajaya menegaskan, kliennya tidak pernah meminta vendor mengganti tiga tali sling menjadi satu. "Owner tak pernah meminta perubahan tentangg jumlah tali. Tapi meminta peningkatan daya angkut dan mutu yang lebih bagus," ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Gianyar memberikan perhatian pada keluarga korban dalam bentuk dana santunan Rp 15 juta, Senin (11/9). Rumah korban yang didatangi, mulai dari rumah mendiang I Wayan Aries Setiawan di Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh Ubud. Rombongan Pemkab Gianyar dipimpin Kepala Dinas Ketenagakerjaan Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra bersama Kepela pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba.

Setelah itu, rombongan mendatangi rumah mendiang Ni Luh Superningsih di Banjar Peneca Payangan dan Sang Putu Bayu Adi Setiawan di Banjar Kedewatan Ubud. Di samping menyantuni korban, Kadisnaker Gianyar juga menyambangi Ayu Terra Resort sembari melihat lokasi tragedi lift maut yang menewaskan 5 pekerja.

“Saya berbelasungkawa atas kejadian ini, dimana ini juga ranah Dinas Tenaga Kerja sesuai Peraturan Menaker No 5 Tahun 2018 terkait dengan K3 yaitu keselamatan kesehatan kerja. Jadi ini akan menjadi atensi bagi kami untuk memantau hotel, resort, atau vila, yang ada di wilayah Gianyar terkait alat yang dimanfaatkan oleh pegawainya,” ujar Dayu Surya.

Dayu Surya menekankan, kejadian di Ayuterra akan menjadi pembelajaran untuk lebih waspada. Istri Bupati Gianyar tersebut juga mengimbau kepada semua pemilik hotel ataupun restoran di Gianyar untuk menjaga K3 tersebut. “Pengusaha juga harus peduli kepada keselamatan pegawai,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kalaksa BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, bahwa kehadirannya untuk memberikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban tragedi lift di Ayu Terra.

“Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Santunan ini kebetulan sudah kami anggarkan dalam perencanaan sehingga dalam hal ini kehadiran pemerintah dapat dirasakan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dirinya juga berharap kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya keluarga korban lift dapat meringankan beban keluarga.

“Harapan kami kehadiran pemerintah dapat membantu meringankan beban warga yang terkena musibah, semoga bantuan ini berguna dan bermanfaat bagi keluarga korban. Semoga bisa membantu dan mengurangi rasa duka yang menyelimuti,” pungkas birokrat asal Desa Pejeng Kawan tersebut.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan duka cita terhadap keluarga korban tragedi lift di Ayu Terra Resort, Ubud.

“Kami turut berduka dan kami mendoakan seluruh keluarga korban diberikan ketabahan,” ujar Sandiaga pada The Weekly Brief With Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin.

Sandiaga Uno menambahkan, kita harus belajar dari musibah ini dengan memperkuat pengawasan dan standar keselamatan yang ketat agar tidak terulang kembali.

“Kami terus berulang kali mengingatkan (pengawasan dan keselamatan diutamakan). Hari ini dari Badan Sertifikasi Nasional datang (ke Kemenparekraf) karena kami sudah menerbitkan SNI CHSE. Keselamatan dan kesehatan kerja ini adalah kunci,” imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Pihaknya mengingatkan kedepan kita harus memastikan setiap kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif mengacu kepada CHSE sehingga ada rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

Dari timbulnya rasa aman dan nyaman akan ada kepercayaan berwisata Di Indonesia Aja. “Tentunya kita harus mengajak stakeholder terkait untuk bahu membahu memastikan kejadian dan musibah ini bisa di mitigasi kedepan,” tegasnya. (weg/zae)

Kadisnaker Gianyar, Dayu Surya saat memberikan santunan pada keluarga korban lift maut Ayuterra Resort, Senin 11 September 2023.
Kadisnaker Gianyar, Dayu Surya saat memberikan santunan pada keluarga korban lift maut Ayuterra Resort, Senin 11 September 2023. (Istimewa)


Pemilik Resort Laporkan Kontraktor

PEMILIK Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo mengungkapkan fakta yang sebelumnya tidak terungkap ke publik. Dalam opini publik yang berkembang nama Linggawati kian santer disebut-sebut menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas tewasnya 5 karyawan karena kecelakaan lift di Resort miliknya itu, padahal Linggawati mengaku justru merasa menjadi korban.

Tak hanya buka suara mengenai fakta-fakta baru, Linggawati melalui suaminya Vincent Juwono juga melaporkan pria berinisial M selalu kontraktor ke Polda Bali. Laporan itu dilakukannya, Minggu (10/9) yang diterima Polda Bali dengan nomor LP/B/501/IX/2023/SPKT/POLDA BALI dengan pasal 178 mengenai dugaan tindak pindana penipuan.

Salah satu fakta yang mengejutkan adalah mengenai dugaan tentang tali sling yang menjadi sebab musabab jatuhnya lift dan ramai menjadi pembahasan di media sosial karena muncul opini publik tali sling lift 3 sling dan menjadi 1 sling. Dikatakan Linggawati, perubahan sling dari jumlah 3 menjadi 1 sling tersebut sejatinya adalah upgrade dari pihak kontraktor yang digandeng berinisial M.

"Dulu waktu sling dikerjakan Bapak E tidak pernah ada masalah 3 sling 4 tahun dari 2019 lalu. Kemudian kami ingin upgrade. Karena Pak E tidak lanjut kerja sama, kami dikenalkan dengan M untuk upgrade. Di situ arahan M upgrade menjadi satu sling, bahkan disebutkan kapasitas bisa 9 orang. Eh hasilnya jebol," kata Linggawati dijumpai di Denpasar, Minggu (10/9) malam.

Lanjut Linggawati, upgrade sling tersebut dimaksudkan untuk bisa menambah kapasitas dari 5 orang menjadi 8 orang. Bahkan, kata Linggawati pihak kontraktor menyebut kini lift bisa menampung hingga 9 orang.

Saat penawaran, M juga menunjukkan sejumlah proyek besar yang ditangani, termasuk sertifikat dan lisensi yang dimiliki di bidang lift tersebut. Di mana disampaikan M kepada Linggawati, kontraktor M ini juga menangani Hanging Gardens of Bali, dan beberapa proyek besar lainnya.

Yang membuat dia sebagai owner resort di Kedewatan tersebut akhirnya mulai berkomunikasi dan mempercayakan proyek upgrade lift ini sejak November 2022 dan pengerjaan dimulai pada Maret 2023.

Disampaikan dia, kontraktor M mengakui kepadanya bahwa M lah mengerjakan Hangings Gardens of Bali, sehingga menambah rasa percaya untuk bekerjasama.

"Kami segala bukti chat ada. Satu sling itu saran kontraktor. Kami ingin upgrade karena bertambahnya room. Dia mengusulkan seperti Hanging Gardens, dengan satu sling, dia juga tunjukkan videonya," paparnya.

"Menurut kami, dia profesional. Di pelaksanaannya dengan janji 9 orang bisa mesin dengan slingnya satu sling. Saya sendiri masih waswas lalu dikirim video bahwa Hanging Gardens satu sling tidak ada masalah," sambungnya.

Linggawati akhirnya sepakat mempercayakan M sebagai kontraktor upgrade lift. Yang menjadi poin asalah pihak resort bukanlah profesional lift dan seluruh pengerjaan ada di tangan kontraktor.

Ia pun merasa tertipu dan rugi secara immateriil maupun materiil. "Saya merasa ditipu dengan kejadian 1 September kemarin. 5 orang tidak ada gejala apa terjadi musibah tersebut. Sangat kehilangan sekali," ujarnya.

Linggawati mengatakan, sejatinya lift tersebut masih terikat dengan kontraktor dan belum ada serah terima dari pihak kontraktor kepada pihak resort. "Pembayaran sampai sekarang belum selesai. Dia belum serah terima. Masih terikat kontraktor. Selesai kerja, baru serah terima," ujarnya.

TKP - Jalur lift terbuka di sebuah resort, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar yang menewaskan lima orang pegawainya, Jumat (1/9) siang. Tali sling lift tersebut putus dan lift jatuh menghunjam tanah.
TKP - Jalur lift terbuka di sebuah resort, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar yang menewaskan lima orang pegawainya, Jumat (1/9) siang. Tali sling lift tersebut putus dan lift jatuh menghunjam tanah. (Istimewa)

Mengenai operasional yang dilakukan pihak resort sesuai arahan dari kontraktor M, bahwa lift sudah bisa digunakan karena sudah diganti mesin dan sling, meski rumah lift belum terpasang seutuhnya.

"Rumah liftnya belum dipasang secara utuh. Baru dipasang mesin dan sling. Semua baru mesin, panel kontrol dan lain-lain, kecuali rel. Arahan M sudah bisa dipakai," ujarnya.

Dengan nilai investasi mencapai ratusan juta rupiah owner mempercayakan upgrade tersebut kepada pihak M selalu profesional. Pihak resort yang bukan profesional mengaku tidak mengetahui mengenai hal teknis.

"Saya tidak memahami ketajaman tempat saya 30 derajat. Hanging gardens berapa derajat, saya tidak mengerti. Saya kerjasama dengan M karena figur yang profesional sesuai yang dia tunjukkan. M juga bilang dengan basic pengalaman dia satu sling, dia bilang nyawa saya akan saya pertaruhkan, tapi itu disampaikan lisan saja," beber Linggawati.

Disampaikan Linggawati, M sudah dihubungi saat ditelepon, bahkan selama ini apabila ada perbaikan hanya diserahkan melalui asisten atau teknisinya. Linggawati juga menampik dugaan penyusutan sling 10 persen saat upgrade, bahkan dirinya tidak pernah menyampaikan hal itu, selain untuk Upgrade.

Ditambahkan Linggawati, dirinya sudah melihat ke Labfor kepolisian slimg yang dipasang kontraktor M dengan sling sebelumnya saat dikerjakan E dengan 3 sling.

Linggawati mengaku sangat kehilangan 5 karyawannya yang sudah dianggap sebagai keluarga itu. Dia pun tak kuasa membendung air mata saat mengingat kejadian yang menimpa kelima karyawannya itu.

"Saya sangat kehilangan ke 5 anak saya, karyawan saya. Saya dengan karyawan sangat dekat. Kalau rugi materi saya harus tutup itu anggap saja Covid. Suatu waktu bisnis bisa begini, tapi kalau tentang nyawa, tidak bisa dihitung, tidak bisa dinilai," ucapnya.

Linggawati mengeklaim sangat memperhatikan hak-hak dari karyawannya, termasuk mendaftarkan BPJS, meskipun belum lama bekerja di resort miliknya. "Walaupun sebentar masuk sudah BPJS. Kedua, mendapatkan servis di luar UMP. Kalau mereka, sebelum kejadian ini, mereka betah karena kami memperhatikan hak-hak mereka," tuturnya.

Selanjutnya, mengenai nominal Rp 40 juta dari pihak resort untuk keluarga korban, Linggawati mengakui nominal tersebut bukan berasal darinya, melainkan kesepakatan tim dengan pihak keluarga.

"Dari pihak manajemen sekian puluh juta kemarin itu ada kesepakatan di meja. Bukan saya yang menentukan. Kalau BPJS itu dari pemerintah. Jadi ada tim untuk tanggung jawab perusahaan ke korban. Sekarang kami menuntut pihak kontraktor," ujarnya.

Linggawati pun tidak segan melawat ke rumah dan bertemu keluarga korban karyawannya. Di luar jadwalnya memenuhi panggilan kepolisian, Linggawati pasti menyempatkan menemui keluarga korban. "Saya baru datang ke beberapa karyawan bertemu dari pihak keluarga. Saya akan datang kalau tidak ada panggilan polisi, karena hubungan selama ini baik," ujarnya.

Sementara itu, resort yang sempat tutup bakal kembali buka secara bertahap setelah pembersihan, baik secara sekala maupun niskala kecuali yang masih tertutup police line. "Resort bertahap, bersih-bersih. Police line belum dibuka dan masih maintenance. Bicara kerugian tentu saya banyak merugi karena resort tutup, nama baik saya tercemar, dan banyak tamu dari luar negeri juga banyak yang tanya kepada saya ingin menginap," katanya.

Kontraktor lift Ayu Terra Resort Ubud, Mujiana buka suara atas laporan ke Polda Bali yang ditujukan padanya dari owner, Linggawati Utomo. Mujiana dilaporkan dengan pasal 378 atas dugaan tindak pidana penipuan.

Namun Mujiana juga mengeklaim, pihaknya tidak pernah memberi rekomendasi penggunaan lift tersebut karena pengerjaan belum finishing.

TKP - Jalur lift terbuka di sebuah resort, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar yang menewaskan lima orang pegawainya, Jumat (1/9) siang. Tali sling lift tersebut putus dan lift jatuh menghunjam tanah.
TKP - Jalur lift terbuka di sebuah resort, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar yang menewaskan lima orang pegawainya, Jumat (1/9) siang. Tali sling lift tersebut putus dan lift jatuh menghunjam tanah. (Istimewa)

"Saya tidak menyarankan digunakan. Owner yang minta maksa. Alasannya karena okupansi penuh. Saya pekerja sebatas itu. Tidak bisa melarang ke owner mutlak," kata Mujiana saat dikonfirmasi awak media, Senin (11/9).

"Penipuan? Saya penipuan di mananya? Barang-barang saya taruh di situ. Saya belum dikasih waktu pemasangan. Kereta masih lama itu. Safety sling belum dipasang," imbuhnya.

Mujiana mengatakan, owner ingin menaikkan kapasitas, kecepatan dan meninggikan kereta lift karena ada noise pada sistem kereta yang lama dan penggunaan satu sling sesuai kesepakatan dengan owner.

"Sistemnya yang sama dengan yang lain, penggunaan slingnya satu. Dia minta itu, saya turuti. Saya tidak mengatakan (akan) fatal, karena belum selesai," tukasnya.

Ia pun menanggapi dingin laporan yang dialamatkan kepadanya. "Biarkan saja dulu laporannya," pungkas dia. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved