Human Interest Story

Kisah Pilu Korban Kebakaran di Klungkung, Seragam dan Buku Ludes Terbakar, Tidur di Halaman Tetangga

kebakaran di Klungkung, Ayah Rafli, Muhammad Wasis, menjelaskan saat persitiwa kebakaran itu dirinya tidak ada di rumah.

Eka Mita Suputra
Warga meratapi puing-puing bangunan yang terbakar di Lingkungan Dukuh, Desa Tangkas, Kabupaten Klungkung, Selasa 19 September 2023 - Kisah Pilu Korban Kebakaran di Klungkung, Seragam dan Buku Ludes Terbakar, Tidur di Halaman Tetangga 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - KEBAKARAN hebat yang menghanguskan empat rumah semi permanen di Banjar Dukuh, Desa Tangkas, Klungkung, Bali, meninggalkan kisah pilu bagi para keluarga korban.

Mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat dilalap si jago merah.

RAFLI (12), termenung saat melihat tempat tinggalnya di Desa Tangkas, sudah rata dengan tanah, Selasa 19 September 2023.

Rumah bedengnya yang menjadi tempat tinggalnya terbakar pada Senin 18 September 2023.

Baca juga: Sisa Potongan Kayu Kering Jadi Penyebab Kebakaran di Desa Abang Kintamani Bangli 

Siswa kelas 6 SD itu bahkan sementara tidak bisa sekolah, karena buku hingga seragam sekolahnya ikut ludes dilalap si jago merah.

Rafli dan keluarganya mencoba membersihkan puing-puing sisa dari rumahnya yang ludes terbakar.

Mereka berharap masih ada harta benda yang bisa diselamatkan dari perisitiwa kebakaran hebat tersebut.

Namun harta benda mulai seragam sekolah, pakaian, hingga uang tabungannya di celengan senilai Rp 300 ribu ikut ludes terbakar.

“Uang 300 ribu, seragam, buku pelajaran semua terbakar," ungkap Rafli yang berusaha tabah dengan musibah yang dialami keluarganya.

Karena buku pelajaran hingga seragam ludes terbakar, terpaksa Rafli untuk sementara tidak bisa bersekolah. Hal itu juga sudah disampaikannya ke pihak guru.

Ayah Rafli, Muhammad Wasis, menjelaskan saat persitiwa kebakaran itu dirinya tidak ada di rumah.

Ia pun kehilangan berbagai barang, mulai dari pakaian hingga perabotan rumah tangga karena musibah kebakaran tersebut.

Karena tidak memiliki tempat tinggal lain, sementara waktu dirinya numpang tidur di rumah temannya.

“Sementara saya numpang di rumah teman, biar bisa dapat jualan kerupuk keliling,” ungkap dia.

Musibah kebakaran hebat itu juga meninggalkan duka bagi Misnati (50).

Wanita asal Jember Jawa Timur itu, kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Ia menuturkan, peristiwa kebakaran itu terjadi begitu cepat.

Sampai ia tidak cukup waktu menyelamatkan harta benda dan hanya bisa menyelamatkan diri sendiri.

Hanya baju yang menempel di badan yang tersisa.

"Semua hangus terbakar. Tabungan, TV, kulkas semua ludes terbakar, hanya tersisa baju yang ada di badan," ungkap Misnati sembari meneteskan air mata.

Ia berharap pemerintah bisa membantu untuk mengurangi bebannya, dengan membuatkan rumah bedeng baru.

Sehingga Misnati dan keluarganya tidak kebingungan mencari tempat untuk tidur.

"Kemarin saya tidur di halaman rumah tetangga yang selamat dari kebakaran. Saya berharap bisa dibantu membangun rumah bedeng kembali,” harapnya.

Sementara warga lainnya Hambali mengatakan, ia kehilangan 3 ekor kambing yang dipelihara tepat di sisi selatan rumah terbakar.

Dua ekor anak kambing dan seekor indukaan mati karena terbakar.

"Saya kurang tahu kerugiannya, tapi pasti lumayan (kerugiannya)," ungkap Hambali yang masih tampak syok dengan peristiwa itu.

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, I Dewa Putu Suwarbawa mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 Wita.

Api awalnya dilihat dekat lokasi pembuangan sampah.

Namun hembusan angin, membuat api membesar dan menjalar ke rumah semi permanen.

Kebakaran hebat terjadi dan melalap 4 rumah warga.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 18.10 Wita.

Sebanyak 3 armada dan 15 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk padamkan api.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.50 Wita. (eka mita suputra)

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved