Dugaan Pelecehan di Tabanan

Dugaan Pelecehan Oleh Jero Alit Dasaran, Kondisi NCK Tertekan Psikologis, Dirawat di RS Nyitdah Bali

NCK tertekan secara psikologis, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh terlapor Jero Alit Dasaran

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi pelecehan - Dugaan Pelecehan Oleh Jero Alit Dasaran, Kondisi NCK Tertekan Psikologis, Dirawat di RS Nyitdah Bali 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh terlapor Jero Alit Dasaran masih dalam tahap proses penyelidikan.

Sedangkan untuk pelapor, NCK (22) asal Buleleng, mengalami kondisi tertekan secara psikologis.

Hal itu disampaikan oleh Penasihat Hukum NCK, Nyoman Yudara.

Yudara mengaku, bahwa memang NCK sudah diperiksa pada Sabtu 23 September 2023 lalu usai melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Tabanan.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum Jero Dasaran Alit Duga Kliennya Dijebak-Upaya Provokasi

Dan saat ini tidak ada lagi jadwal pemeriksaan lanjutan.

Sedangkan untuk barang bukti juga sudah diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Informasi yang diterima pihaknya, bahwa untuk terlapor akan diperiksa hari ini (27 September 2023).

“Kondisinya lagi tertekan psikologisnya di rumah sakit. Dan saat ini dikunjungi oleh PPA provinsi dan psikolog. Dirawat di ruang Isolasi Psikolog RS Nyitdah,” ucapnya Selasa 26 September 2023.

Untuk barang bukti sendiri, sambung Yudara, sudah diserahkan pihaknya dan kliennya pada Sabtu 23 September dan kemarin pada Senin 25 September 2023.

Barang bukti itu berupa chatting antara NCK serta terlapor, dan juga pakaian dalam NCK yang diduga ada bercak sperma terlapor.

Barang buktinya disetorkan oleh kliennya pada pemeriksaan awal dan sehari setelah dirinya mendapat surat kuasa dari pelapor.

“Kami tinggal menunggu hasil lab forensik untuk dugaan adanya sperma di pakaian pelapor,” ungkapnya.

Menurut Yudara, terkait dengan alibi-alibi yang diberikan pelapor, maka memang sebaiknya disampaikan saja pada penyidik.

Alasannya, ketika mengikuti alur pikiran Jero Dasaran Alit, maka pihaknya dan masyarakat akan dikecohnya dengan alibi-alibinya.

“Alibi-alibinya saling bertolak belakang. Biarkan saja alibinya dijadikan pembenaran di pemeriksaan nanti,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved