Tali Lift Putus di Ubud

Ini Alasan 2 Tersangka Lift Jatuh Ayuterra Resort Ubud Bali Tidak Ditahan

Polres Gianyar tak menahan Vincent Juwono selaku owner resort dan Mujiana selaku kontraktor atau mekanik lift, dua tersangka lift maut Ayuterra Resort

Tribun-Bali.com / I Wayan Eri Gunarta
Garis polisi terpasang di TKP tragedi lift maut di Ayu Terra Resort, Ubud pada Sabut 2 September 2023. 

Mujiana Sakit dan Sempat ke RS

KONTRAKTOR Ayuterra Resort Ubud, Mujiana mengatakan, dirinya tengah sakit dan masih dalam masa pengobatan sehingga belum bisa memenuhi panggilan Polres Gianyar sebagai tersangka, Jumat 29 September 2023.

Sebelumnya, Mujiana dan Vincent ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Gianyar atas kasus kecelakaan lift Ayu Terra Resort Ubud yang merenggut 5 korban jiwa, Selasa (26/9).

Sesuai agenda, Polres Gianyar memeriksa Vincent Juwono selaku owner Ayuterra Resort dan Mujiono selaku kontraktor lift kedua tersangka kasus lift jatuh di Ayuterra Resort, Jumat kemarin

“Maaf saya kemarin ke rumah sakit karena tensi tinggi. Masih minum obat saya,” kata Mujiana saat dihubungi Tribun Bali, Jumat.

Mujiana mengaku apabila kondisi kesehatan membaik siap kooperatif dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi atas kasus ini.

“Siap (kooperatif, Red),” tuturnya. “Iya, saya di Bali,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mujiana juga menyampaikan bahwa dirinya sudah menunjuk pengacara untuk membantu pembelaan dalam kasus pidana yang menyeret namanya ini.

“Alhamdulillah, sudah (tunjuk pengacara, Red),” ujar Mujiana.

Diberitakan Tribun Bali sebelumnya, Mujiana buka suara atas laporan ke Polda Bali yang ditujukan padanya oleh owner Ayuterra, Linggawati Utomo.

Mujiana juga dilaporkan dengan pasal 378 atas dugaan tindak pidana penipuan.

Namun Mujiana juga mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah memberi rekomendasi penggunaan lift tersebut karena pengerjaan belum finishing.

"Saya tidak menyarankan digunakan. Owner yang minta maksa, alasannya karena okupansi penuh. Saya pekerja, sebatas itu. Tidak bisa melarang ke owner mutlak," kata Mujiana saat dikonfirmasi awak media, Senin (11/9).

"Penipuan? Saya penipuan di mananya? Barang-barang saya taruh di situ. Saya belum dikasih waktu pemasangan. Kereta masih lama itu. Safety sling belum dipasang," imbuhnya.

Mujiana mengatakan, owner ingin menaikkan kapasitas, kecepatan dan meninggikan kereta lift karena ada noise pada sistem kereta yang lama dan penggunaan satu sling sesuai kesepakatan dengan owner.

"Sistemnya yang sama dengan yang lain. Penggunaan slingnya satu. Dia minta itu, saya turuti. Saya tidak mengatakan (akan) fatal, karena belum selesai," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved