Berita Klungkung

Paruman Warga Desa Pesinggahan, Warga Tetap Menolak Penginapan di Kawasan Goa Lawah

Warga di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, menggelar paruman untuk menyikapi keberadaan penginapan di kawasan suci Pura Goa Lawah.

TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
PENGINAPAN - Sebuah penginapan beroperasi di depan Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (29/9). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Warga di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, menggelar paruman pada Sabtu (1/10/2023) untuk menyikapi keberadaan penginapan di kawasan suci Pura Goa Lawah.

Hasil paruman tersebut, warga tetap menolak keberadaan bangunan penginapan yang berlokasi di depan Pura Goa Lawah.


Kepala Desa Pesinggahan I Nyoman Suastika menjelaskan, paruman digelar di Balai Desa Pesinggahan dengan menghadirkan langsung pemilik bangunan penginapan tersebut.

Baca juga: Proyek Penataan Parkir Kawasan Pura Goa Lawah Jangan Sampai Ganggu Kenyamanan Pamedek

Pada saat paruman berlangsung, pemilik penginapan langsung melalukan sosialisasi di depan masyarakat dan tokoh masyarakat di Desa Pesinggahan.


"Pemilik penginapan langsung presentasi, namun masayarakat sudah telanjur kecewa," ujar Suastika, Minggu (1/10/2023).


Paruman yang digelar hingga malam hari itu, hasilnya sesuai dengan surat pernyataan sikap warga yang dikeluarkan Desa Adat Pesinggahan, yakni warga tetap menolak keberadaan penginapan tersebut.

Baca juga: Paduduan Agung di Pura Goa Lawah, Wisatawan Tidak Diperkenankan Masuk ke Utama Mandala Pura


"Hasil paruman, warga tetap menolak. Mungkin karena sosialisasi (dari pemilik penginapan lambat)," jelas Suastika.


Menurutnya saat ini desa dinas ataup desa adat merupakan subjek hukum. Seharusnya sebelum dibangun, pemilik penginapan sosialisasi dulu ke warga.

Sehingga warga mengetahui keberadaan dan peruntukan dari penginapan yang lokasinya berada di sisi selatan Pura Goa Lawah tersebut.

Baca juga: Penataan Plaza Pengunjung dan Parkir di Pesisir Goa Lawah Senilai Rp 8 Miliar


"Sebenarnya kalau saja dipresentasikan sejak awal, mungkin warga bisa menerima. Keterlambatan sosialiasasi ini yang membuat warga kecewa," jelas Suastika.


Menurutnya, permasalahan ini sudah ramai di media sosial. Paruman lanjutan terkait masalah ini, juga belum ada.

Namun dari paruman yang dilakukan ini, warga tetap bersikeras menolak keberadaan penginapan tersebut.


"Bapak bupati juga sudah sempat telpon, beliau katakan diteruskan saja (keputusan warga). Saya selaku pemimpin di desa, apapun keputusan warga itu yang saya ikuti," terang Suastika.

Baca juga: Warga Pertanyakan Penginapan di Kawasan Suci Pura Goa Lawah


Pasca penolakan warga ini, Nyoman Suastika mengaku belum mengetahui seperti apa nanti tindak lanjut dari pihak pemilik penginapan. Namun mungkin saja nanti peruntukan bangunan itu yang diubah.


"Kesannya penginapan, padahal itu tempat yoga. Jadi bagaimana nanti, semoga tetap kondusif," harap Suastika.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved