Berita Denpasar

Bisa Dilacak Jika Hilang! 1.000 Anjing Dipasangi Microchip di Sanur Kaja Denpasar

Pemberian microchip ini pun dilakukan secara gratis dan merupakan MoU dengan perusahaan microchip di Kanada. Salah satu manfaat yang didapat yakni bis

Tribun Bali/Putu Supartika
MICROCHIP - Pelaksanaan pemasangan microchip pada anjing di Sanur Kaja, Denpasar, Senin (9/10). Dengan dipasangi microchip ini, anjing hilang akan lebih mudah dilacak.  

TRIBUN-BALI.COM  - Sebanyak 1.000 anjing dipasangi microchip di Desa Sanur Kaja, Denpasar. Pemasangan microchip ini merupakan program inovasi desa untuk kesejahteraan anjing bernama GUDI atau Gochip Unified Digital Identity yang dilaunching, Senin (9/10).

Pemberian microchip ini pun dilakukan secara gratis dan merupakan MoU dengan perusahaan microchip di Kanada. Salah satu manfaat yang didapat yakni bisa melacak anjing yang hilang.

Salah seorang warga Made Sukayana (70) menyambut baik program ini karena jika memasang sendiri bisa habiskan uang Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. "Kalau anjingnya ilang, juga bisa dilacak dan ketahuan. Program bagus, karena tahu riwayat kesehatan anjing," katanya.

Perbekel Sanur Kaja, I Made Sudana mengatakan, program ini merupakan yang pertama untuk tingkat desa atau kelurahan di Indonesia. Program ini diawali dari Perdes Kesejahteraan Hewan Tahun 2017 dan diterapkan tahun 2018.

Perdes itu bermula dari kasus gigitan anjing yang menimpa wisatawan dan pihak desa diminta bertanggungjawab untuk pengobatan di RS Internasional. Kemudian ada program Dharma dari Unud yang langsung diterima Desa Sanur Kaja. "Namun Perdes itu masih manual, dan microchip ini untuk digitalnya," kata Sudana.

Baca juga: Kisah Driver Gojek Difabel Viral di Bali: Ibu Sampai Nangis Dengar Saya Viral di Medsos

Baca juga: Jero Dasaran Alit Bantah Pernah Lakukan Upaya Damai, Lagi Beri Keterangan Tambahan di Polres Tabanan

Ilustrasi anjing.
Ilustrasi anjing. (Pixabay)

Pihaknya melakukan MoU dengan perusahaan chip Kanada terkait dengan pemasangan microchip ini. Ada banyak keuntungan dari pemasangan microchip ini seperti identitas anjing tercatat termasuk ras, hingga riwayat kesehatan anjing juga terekam. "Kami juga lakukan door to door ke rumah-rumah untuk pemasangannya," katanya.

Pemasangan microchip ini bisa dilakukan kepada semua anjing, namun harus atas rekomendasi dokter hewan. Ia juga menambahkan, database anjing ini akan menjadi rahasia dari pihak desa.

"Dikeluarkan hanya atas izin perbekel," katanya. Pemasangan microchip ini dimulai sejak September 2023 dan kini sudah menyasar 200 lebih anjing.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Bayu Brahmasta mengatakan, saat desa atau kelurahan lain masih berkutat dengan rabies, namun Sanur Kaja sudah memikirkan kesejahteraan anjing. "Di sini data kesehatan anjing sangat diperhatikan," katanya.

Meskipun pernah ada satu kasus di Sanur Kaja, namun ternyata itu adalah kasus dari luar. Dia pun berharap agar desa atau kelurahan lain mengikuti jejak dari Sanur Kauh ini. (sup)
 
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved