Berita Buleleng

Puluhan Ekor Burung di Setra Desa Adat Buleleng Raib! Diduga Dicuri

Puluhan ekor burung yang dipelihara oleh prajuru Desa Adat Buleleng, di setra desa adat sempat raib diduga dicuri maling.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Kandang burung di Setra Desa Adat Buleleng. Puluhan ekor burung raib diduga dicuri. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Puluhan ekor burung yang dipelihara oleh prajuru Desa Adat Buleleng, di setra desa adat sempat raib diduga dicuri maling. Kasus ini pun telah dilaporkan ke polisi.

Bendesa Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna mengatakan, puluhan ekor burung yang hilang itu jenis merpati, tekukur dan kitiran.

Burung-burung itu dipelihara pihaknya sejak enam bulan yang lalu, dengan cara dikandangkan di areal setra. Tujuannya untuk menghilangkan kesan horor pada setra.

Pada Minggu (8/10) pagi, tukang kebun setra kemudian mendapati kandang burung sudah dalam keadaan tercongkel.

Jumlah burung yang dipelihara pun banyak berkurang. Diperkirakan ada sekitar 40an ekor burung yang raib diduga dicuri.

Sutrisna memperkirakan burung-burung itu dicuri pada Minggu dini hari kemarin. Akibat kejadian ini pihaknya pun mengalami kerugian hingga Rp 3 juta.

Baca juga: Motor Ketut Lelut Dilindas Truk! Untungnya Saat Kejadian Anjing-Anjingnya Tak Ikut

Baca juga: Bisa Dilacak Jika Hilang! 1.000 Anjing Dipasangi Microchip di Sanur Kaja Denpasar

Kandang burung di Setra Desa Adat Buleleng. Puluhan ekor burung raib diduga dicuri.
Kandang burung di Setra Desa Adat Buleleng. Puluhan ekor burung raib diduga dicuri. (Istimewa)

 

"Kalau malam itu kawasan setra masih ramai, masih ada upacara ngaben. Kemungkinan dicuri dini hari. Kalau malam setra memang tidak ada yang jaga.

Kami sengaja memelihara burung di setra biar tidak ada kesan seram, untuk hiburan pamedek juga kami buatkan taman biar teduh, rapi ada burung-burungnya," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng ini mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas.

Ia juga berharap kepada oknum yang nekat mencuri burung-burung tersebut, agar segera mengembalikannya ke setra.

"Kalau ada krama yang tahu keberadaan burung-burung kami di toko atau pasar agar disampaikan kepada kami. Akan kami bahas juga nanti di paruman apakah akan tetap memelihara burung di setra dengan cara menambah jumlahnya, atau ditiadakan," terangnya.

Sementara Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan pihaknya akan segera menyelidiki laporan tersebut. "Akan kami cek dulu laporannya ke Bhabinkamtibmas," singkatnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved