Berita Bali
Koster Hadir! Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk Mundur ke 2024, Akhir November 2023 Baru Akan Tender Ulang
Triono pun mengakui, pembangunan Tol Mengwi- Gilimanuk akan mundur dari jadwal karena juga menanti persetujuan Kementerian Keuangan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pembangunan Tol Mengwi-Gilimanuk mundur dari jadwal yang rencananya dibangun pada 2023, menjadi Juli 2024. Hal tersebut disampaikan Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga, Triono Junoasmono pada rapat pembahasan perkembangan pengusahaan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi, Rabu (11/10).
Triono Junoasmono mengatakan, akan melaksanakan pelelangan untuk pengadaan pembangunan Jalan Tol Mengwi-Gilmanuk yang ditargetkan dilakukan pada akhir tahun 2023.
“Ditargetkan paling lambat akhir tahun. Semoga bisa dilaksanakan Bulan November. Karena menjadi program pemerintah jadi pengadaan lahan dibayar pemerintah dalam hal ini Lembaga Managemen Aset Nasional (LMAN) karena ini proyek strategis nasional (PSN),” kata Triono.
Triono pun mengakui, pembangunan Tol Mengwi- Gilimanuk akan mundur dari jadwal karena juga menanti persetujuan Kementerian Keuangan. Ia mengatakan, targetnya pembangunan ini akan dilaksanakan pada tahun 2024.
“Betul sedikit mundur, Kami sampai kan pelelangan paling lambat November. Penandatangan pertengahan 2024 atau Juli langsung bisa mulai kontruksi. Lahannya pararel laksanakan awal tahun 2024. Lahan yang membiayai dari pusat. Pembangunannya dari badan usaha atau investor,” bebernya.
Total anggaran yang sudah terhitung untuk membangun Tol Mengwi- Gilimanuk mencapai Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun. “Pada market sounding dari pasar cukup positif. Belum (calon investor) bisa kami sebut calon- calon. Semoga ikut pelelangan semua,” tutupnya.
Baca juga: OPUNG Luhut Jalani Pemulihan di Singapura, Lima Hari Opname Dirawat di RS Kawasan Jakarta
Baca juga: Tak Ada Hujan 20 Hari Terakhir! Jembara Masuk Kategori Waspada Peringatan Dini Kekeringan

Koster Ikut Hadir
Merasa masih bertanggungjawab dengan pembangunan Tol Mengwi- Gilimanuk, mantan Gubernur Wayan Koster ikut hadir rapat pembahasan kemarin. Koster menyebut, Pj Gubernur Bali telah mengetahui kalau dirinya menghadiri rapat. “Saya sudah sampaikan pada Pak Pj apapun juga ini pekerjaan besar yang harus tanggungjawab walaupun secara tidak formal tetap saya lakukan,” tandasnya.
“Saya punya tanggungjawab besar, moral karena yang merintis ini saya dulu waktu mulai menjabat sebagai gubernur. Begitu ada wacana pembangunan tol saya respons, saya mengusulkan ke Menteri PU dan beliau menyetujui sehingga bisa diprogramkan oleh Menteri PU,” kata Koster.
Awalnya proses pembangunan tol ini sudah berjalan tahapannya mulai dari penetapan lokasi, dan pengukuran lahan oleh BPN. Kemudian sempat dimulai ground breaking di trase lahan milik Pemprov oleh pihak ketiga. Rupanya, kata Koster, dalam perjalanan ada perubahan kontraktor yang bergabung dalam konsorsium sehingga ada proses di internal perusahaan yang membuat proyek ini tertunda pekerjaannya.
"Sekarang dilakukan tender ulang oleh kementerian oleh mitra kerja badan usaha yang lebih solid. Dan sesuai rencana November mulai lelang, harapannya pertengahan tahun sudah selesai karena ini bukan lelang biasa seperti pengadaan gedung, tapi ini lelang untuk investasi jalan tol memerlukan waktu yang lama. Yang penting adalah kepastian pembangunan jalan tol berlanjut dengan trase yang sama,” terangnya.
Dalam progres pembangunan jalan tol ini, Koster mengatakan, terdapat kemajuan yang sangat penting dimana pemrakarsa pendanaan tak lagi badan usaha, tapi pemerintah. Karena pemerintah sekarang menjadi pemrakarsa atau yang bertanggung jawab terkait pengadaan lahan, sehingga pemerintah lah yang memberikan kepastian pembebasan lahan. (sar)

Kumpulkan Perbekel
Koster mengatakan, pada rapat tersebut juga diundang para perbekel agar mendengarkan langsung apapun penjelasan dari Direktur Jalan Bebas Hambatan dan pihak terkait.
Koster menilai, para perbekel sudah sangat memahami. Ia juga sempat bertanya dengan para perbekel apakah ada yang ‘ngomporin’.
“Katanya tidak ada, tulus katanya. Oh bagus, saya pikir karena Pemilu jadi ada yang ngompor-ngomporin. Respons perbekel sangat bagus,” ujarnya.
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Lindungi Pesisir Bali, 4.000 Bakau Ditanam di Tahura Ngurah Rai, Libatkan Kelompok Nelayan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.