TPA Suwung Kebakaran

Mengungsi Karena Dampak Kebakaran TPA Suwung, Warga Ngaku Kehilangan Rp150 Ribu Per Hari

Saat ini, Minggu 15 Oktober 2023 tercatat sudah 63 orang warga yang mengungsi di Kantor Kelurahan Serangan.

Tribun Bali/Putu Supartika
Suasana pengungsian warga terdampak kebakaran TPA Suwung, Minggu 15 Oktober 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini, Minggu 15 Oktober 2023 tercatat sudah 63 orang warga yang mengungsi di Kantor Kelurahan Serangan.


Mereka merupakan warga yang terdampak akibat kebakaran TPA Suwung.


Meskipun mengungsi, namun ada beberapa warga yang memilih kembali ke rumah saat siang hari.

Baca juga: Kebakaran TPA Suwung, Dinkes Bali Pantau Dampak Penyakit ISPA


Ketika malam, mereka akan kembali ke pengungsian.


Namun anak-anak, balita dan perempuan yang memiliki riwayat sesak napas memilih di pengungsian.


Belasan orang memilih tinggal di pengungsian saat siang hari yang didominasi anak-anak dan lansia.

Baca juga: Siswa di Pedungan Denpasar Terdampak Kebakaran TPA Suwung, Banyak yang Alami Sesak Napas


Salah seorang pengungsi Suminem asli Banyuwangi menuturkan, dirinya mengungsi sejak dua jari lalu.


Ia memilih tetap tinggal di pengungsian karena tak kuat mencium bau asap.


"Saya punya asma, sehingga tinggal di pengungsian," tuturnya saat ditemui Minggu siang.

Baca juga: Dampak Kebakaran TPA Suwung Denpasar, 5 KK Dievakuasi, Ini Kata Wali Kota Denpasar Jaya Negara


Dirinya tinggal di sebelah utara TPA dan sehari-hari bekerja sebagai pemulung.


Karena tak bisa memulung lagi, ia pun harus kehilangan Rp150 ribu per hari.


Dia mengungsi bersama anak, cucu hingga menantunya dengan jumlah total 9 orang.

Baca juga: Helikopter Water Bombing Bolak-balik, Bantu Padamkan Api di TPA Suwung Denpasar, 13 Warga Dievakuasi


"Suami sama anak laki-laki saya tetap bekerja. Dan mereka yang kuat dengan asap memilih bekerja menyortir. Malam baru pulang ke pengungsian," katanya.


Warga lainnya, Nyoman Rai Juar asal Banyuwangi juga memilih tinggal di pengungsian saat siang hari.


"Saya tidak kuat. Kena asap sama debu mata langsung merah dan sesak," katanya.

Baca juga: BPBD Lakukan Water Bombing Bantu Padamkan Kebakaran TPA Suwung

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved