Berita Tabanan

10 Ribu Liter Eco Enzyme Disemprotkan Kurangi Bau Di TPS Kelating

300 ton sampah yang diperkirakan setiap hari dibawa ke TPS Kelating membuat warga setempat mengeluh.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Penyiraman Eco Enzym oleh Dinas LH, Selasa 24 Oktober 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - 300 ton sampah yang diperkirakan setiap hari dibawa ke TPS Kelating membuat warga setempat mengeluh.

Terutama persoalan bau tak sedap. Hal ini sudah disampaikan sejak beberapa hari lalu oleh Bendesa Adat Kelating, Dewa Maharjana.

Atas hal ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup Tabanan pun akhirnya melakukan upaya penyemprotan Eco Enzyme.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi bau dan menetralisir lingkungan sekitar.

Kadis Lingkugan Hidup Tabanan, I Gusti Putu Ekayana mengatakan, untuk Eco Enzyme hari ini disemprotkan sekitar dua tangki atau sekitar 10 ribu liter Eco enzyme.

Hal itu dikarenakan ada keluhan dari masyarakat terkait bau.

Penyemprotan dilakukan di sepanjang jalan menuju TPS atau yang menjadi jalur truk pengangkut sampah.

“Kami semprot disepanjang jalur yang dilintasi,” ucapnya Selasa 24 Oktober 2023.

Ekayana menegaskan, bahwa penyemprotan pada pagi hingga siang tadi itu merupakan tahap pertama.

Sehingga, akan ada tahapan kedua atau bisa jadi akan meluas ke seluruh desa untuk penyemprotan itu. Secara berkala.

“Kami semprotkan awal memang besar, 10 ribu liter. Jadi sesuai dengan kebutuhan. Saat ini memang supaya terurai bau itu. Nanti akan dikurangi. Yang pertama ini harus banyak, kalau sudah agak netral nanti akan berkurang. Besok kami akan melibatkan mobil PMI, dalam penyemprotan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Nyoman Srinadha Giri mengatakan, bahwa pihaknya terkait dengan kebakaran TPA Mandung masih dalam pengupayaan pemadaman, yakni salah satunya membuat kubangan resapan.

Ada delapan sejauh ini. Dan terkait dengan pembasahan dilakukan setiap tiga jam sekali dengan tiga armada.

Kubangan terus non stop diberikan air.

“Jadi kubangan ini untuk mentralisir gas metan di bahwa itu. Karena memang seperti Gunung berapi. Kita dibantu juga armada dari Badung,” katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved