Berita Buleleng

Turunkan Suhu, 60 Ribu Liter Air Dicampur Eco Enzyme Disemprot di TPA Bengkala Buleleng

Sebanyak 60 ribu liter air yang dicampur dengan eco enzyme disemprotkan di TPA Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Rabu (25/10/2023).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Petugas menyemprotkan 60 ribu liter air yang dicampur dengan cairan eco enzyme di TPA Bengkala, Rabu (25/10) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 60 ribu liter air yang dicampur dengan eco enzyme disemprotkan di TPA Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Rabu (25/10/2023).

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendinginkan suhu serta mencegah terjadinya kebakaran di TPA. 


Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan Pj Gubernur Bali telah menetapkan siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan sejak 19 Oktober hingga 1 November.

Baca juga: Lagi, 5.000 Liter Eco Enzym Disemprotkan untuk Kurangi Polusi dan Bau di TPS Kelating

Berbagai langkah upaya pun dilakukan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

Seperti bersinergi dengan TNI-Polri, PMI hingga petugas Taman Nasional Bali Barat (TNBB)


Petugas gabungan dilibatkan untuk bersama-sama melakukan pemantauan hingga penanganan terhadap beberapa lahan dan hutan yang berpotensi terbakar akibat dampak musim kemarau.

Baca juga: Rentin Percikkan Tirta dari Helikopter, Pemadaman Kebakaran TPA Suwung juga Gunakan Eco Enzym

Selain itu pihaknya juga melakukan upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran di TPA Bengkala, dengan melakukan penyemprotan rutin bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. 


Pada Rabu (25/10/2023) sebanyak 60 ribu liter air yang dicampurkan dengan cairan eco enzyme disemprotkan ke seluruh bagian TPA.

Penyemprotan dilakukan untuk menjaga suhu pada tumpukan-tumpukan sampah yang ada di TPA agar tetap dingin. 

Baca juga: 120 Liter Cairan Eco Enzyme Disemprotkan ke Udara


Penyemprotan dilakukan dengan melibatkan sejumlah mobil pemadam kebakaran, serta mobil tangki milik DLH Buleleng, BPBD Buleleng dan PMI Buleleng.

Air disemprotkan di kawasan TPA yang luasnya mencapai 4,8 hektar. 


"Untuk mengantisipasi kebakaran di TPA kami melakukan penyemprotan yang dicampur dengan eco enzym. Selain untuk mendinginkan suhu, eco enzym juga berfungsi agar tidak menimbulkan bau sampah dan baik untuk lingkungan," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved