Seputar Bali

Siaga Musim Hujan Semakin Dekat, BPBD Karangasem Petakan Daerah Rawan Banjir dan Longsor

Kabupaten Karangasem mulai diguyur hujan dan BPBD Karangasem telah memetakan daerah yang berpotensi dan rawan terjadi bencana memasuki musim penghujan

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ngurah Adi Kusuma
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa - Siaga Musim Hujan Semakin Dekat, BPBD Karangasem Petakan Daerah Rawan Banjir dan Longsor 

TRIBUN-BALI. COM, AMLAPURA - Kabupaten Karangasem mulai diguyur hujan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem telah memetakan daerah yang berpotensi dan rawan terjadi bencana memasuki musim hujan. 

Satu diantaranya bencana tanah longsor, pohon tumbang, dan bencana banjir bandang.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, dari 8 Kecamatan di Karangasem, yang berpotensi mengalami banjir yakni Kecamatan Manggis, Karangasem, dan Kubu. 

Pemetaan ini sesuai dengan kejadian tiap tahun mengingat kondisi itu sangat mengganggu  aktivitas warga seperti pengendara yang lewat.

Baca juga: Tim Pemenangan Prabowo-Gibran di Klungkung Andalkan Efek Jokowi

Untuk Kecamatan Karangasem, daerah yang sering terjadi banjir saat hujan ada di Kelurahan Karangasem, Padang Kerta, serta Kelurahan Subagan. 

Kemungkinan dikarenakan drainase tertutup tumpukan sampah, sehingga airnya meluap, sedangkan daerah Seraya karena ada aliran sungai mati di area jalan

"Untuk di Kecamatan Manggis dan Kubu ada beberapa jalan yang dialiri sungai mati,”

“Aliran airnya bersumber dari perbukitan serta pegunungan,”

“Saat hujan otomatis volumenya akan meningkat, dan meluber ke jalan,"ungkap Arimbawa, Kamis (16/11/2023) siang  hari.

Sedangkan untuk desa yang berpotensi terjadi longsor saat hujan tersebar di seluruh Kecamatan di Kab. Karangasem. 

Baca juga: Warga Adat Kelecung Tak Rela Penggugat Lewati Akses Jalan yang Dibuka dengan Cara Ngayah

Terbanyak ada di Kecamatan Rendang, Kecamatan Kubu, Selat, Sidemen, serta Bebandem karena daerah dinyatakan rawan longsor dikarenakan berdekatan dengan pegunungan dan tanah terbilang labil.

"Dari enam desa di Kecamatan Rendang, hampir semua berpotensi longsor memasuki hujan,”

“Paling parah di Desa Besakih, Pempatan, Pesaban, Nongan, & Menanga,"akui Arimbawa. 

Sedangkan Kecamatan Selat ada beberapa desa yang rawan seperti di Muncan, Pering Sari, Duda  Timur, dan lain.  

Sedangkan Kecamatan Bebandem ada Desa Jungutan, Sibetan, Buana Giri, untuk Kecamatan  Sidemen, Kubu, & Abang hampir semua desa seperti  Ban, Tianyar, Wismakerta, dan lainnya.

"Kalau untuk  pohon tumbang, semua  daerah yang ada pohon perindang berpotensi terjadi. Makanya kita minta warga waspada dan berhati-hati,”

“Jangan dekati tebing dan pohon yang sudah tua, lapuk,"himbau Arimbawa.

Baca juga: Giri Prasta Buka Suara Soal ASN Yang Ditangkap Kejari Karena Jadi Calo Pegawai

Ditambahkan, BPBD Kab. Karangasem sudah mengedarkan surat himbauan Bupati Karangasem ke setiap desa melalui camat untuk waspada mengingat cuaca di Karangasem mulai tak bersahabat. 

Masyarakat dilarang untuk mendekati pohon, dan tebing saat hujan, tujuannya mengantisipasi hal tak diinginkan saat masuk musim hujan.

"Warga kita himbau agar tak buang sampah di aliran air, sehingga tak terjadi banjir memasuki  hujan,”

“Melakukan pemangkasan pohon yang membahayakan. Mempersiapkan potensi serta sumber daya penanggulangan bencana akibat cuaca ekstrim,”

“Warga, nelayan, serta wisata bahari agar hati - hati,"jelasnya.

Selain mengedarkan surat himbauan, BPBD Karangasem akan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi hal tak diinginkan diantaranya dengan Dinas Lingkungan Hidup. Dinas PUPR, Perumahan dan Permukiman. 

Harapannya supaya ranting pohon yang lebat dipangkas, agar tak tumbang menimpa orang.  (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved