Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Dinas Perkimta Gianyar Kebut 36 Bedah Rumah dan 40 Jamban

Dinas Permukiman, Kawasan Kumuh dan Pertanahan (Perkimta) Gianyar, Bali di tahun 2023 memiliki 36 program bedah rumah dan 40 unit pembuatan jamban

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Salah satu proyek bedah rumah Dinas Permukiman, Kawasan Kumuh dan Pertanahan (Perkimta) Gianyar, Bali, Kamis 23 November 2023 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Permukiman, Kawasan Kumuh dan Pertanahan (Perkimta) Gianyar, Bali di tahun 2023 memiliki 36 program bedah rumah dan 40 unit pembuatan jamban untuk masyarakat miskin.

Semua program tersebut pada 20 Desember 2023 ini sudah harus diserahterimakan. 


Kepala Dinas Perkimta Gianyar, I Gusti Ngurah Suastika, Kamis 23 November 2023 mengatakan, pengerjaan program ini baru berjalan bulan ini lantaran anggarannya baru keluar di APBD Perubahan 2023.

Baca juga: Optimalkan Pajak, Usaha Beromset di Atas Rp5 Juta di Gianyar Kena Pajak

"Pelaksanaan baru dimulai sejak 20 hari kemarin, karena anggarannya baru keluar di perubahan," ujarnya.


Karena itu, pengerjaan proyek ini harus dikebut.

Sebab, target serah terima program bedah rumah ini 20 Desember 2033.

"Saat ini secara umum, pelaksanaan sedang dalam pemasangan batako dinding," jelasnya.

Baca juga: Pastikan Pemilu Gianyar Berjalan Kondusif. Polres Jaga Ketat Kantor KPU dan Bawaslu Gianyar


Adapun anggaran untuk bedah rumah, kata dia, per unitnya mencapai Rp60 juta.

Sementara untuk pembuatan jamban sebesar Rp20 juta per unit.

"Pengerjaan dilaksanakan oleh rekanan yang ada di Gianyar. Pembagian bedah rumah dan jambanisasi ini merata di seluruh kecamatan Gianyar."

"Rata-rata per kecamatan 5 bedah rumah, begitu juga jamban, rata-rata 5 unit, lebihnya di Gianyar utara," ujarnya.

Baca juga: Kiriman Sampah ke TPA Temesi Gianyar Akhirnya Berkurang


Adapun ukuran untuk bedah rumah, kata dia, seluas 24 meter persegi. Di dalam bangunan, terdapat dua kamar tidur, dapur dan satu kamar mandi.

Sementara atapnya, dibuat menggunakan genteng.

"Intinya kita buatkan rumah yang layak huni, tidak kehujanan saat musim hujan. Namun untuk tembok, tidak diplester, sementara lantainya dirabat," ujar Ngurah Suastika. 

Baca juga: Kejari Gianyar Pastikan Tak Ada Proyek Bermasalah, Eko: Kita Berikan Pendampingan Hukum


Para penerima bantuan bedah rumah, kata dia, diminta untuk ikut membantu pengerjaan, dengan tujuan tetap berpartisipasi dalam membuat rumah tinggalnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved