Berita Denpasar

KRONOLOGI Nyawa Anak 13 Tahun Melayang di Pantai Biaung Denpasar, Sendirian Jauhi Tepi Pantai

KRONOLOGI Nyawa Anak 13 Tahun Melayang di Pantai Biaung Denpasar, Sendirian Jauhi Tepi Pantai

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Situasi saat jenazah IPRA dibawa ke RSU Dharma Yadnya. Korban meninggal dunia lantaran tenggelam di Pantai Biaung, Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pelajar laki-laki berinisial IPRA (13) tewas tenggelam di Pantai Biaung, Denpasar pada Minggu 10 Desember 2023 siang.

Informasi yang diperoleh dari Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, IPRA ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan posisi badan dalam keadaan tengkurap tanpa mengenakan baju.

“Pada saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Posisi badan dalam keadaan tertelungkup. Mengenakan celana pendek warna biru, dan tanpa mengenakan baju,” terang AKP Ketut Sukadi.

Baca juga: Oknum Paspampres Terancam Hukuman Mati, Kolonel Riswandono: Kita Banding Kalau Vonis Rendah

Berdasarkan keterangan saksi Kadek Ega Swastawa (24) dan Agus (20) kepada polisi, mulanya korban bermain dan mandi di Pantai Biaung bersama dua rekannya bernama Wira dan Agus.

Korban mandi semakin menjauhi bibir pantai. Sementara dua rekannya tetap di tepi pantai.

Pasalnya, dua rekan korban sempat memperingatkan korban agar tak mandi terlalu jauh ke tengah laut.

“Sebelumnya korban bermain, dan mandi di Pantai Biaung dengan 2 orang temannya sekira pukul 10.30 Wita. Kemudian korban mandi semakin kedalam pantai, dan kedua orang temannya tetap di tepi pantai.”

Baca juga: Asyik Main Air di Pantai Biaung, Bocah 13 Tahun Meninggal Tenggelam Usai Terseret Arus

“Kedua temannya juga sempat memberitahukan kepada korban agar tidak mandi terlalu jauh ke dalam pantai,” tutur AKP Ketut Sukadi.

Sekitar pukul 11.30 Wita, korban dikatakan terseret ombak ke tengah laut dan korban tenggelam.

Saksi sempat melihat korban berusaha meminta bantuan dengan melambaikan tangan.

Namun lantaran posisi korban terlalu jauh dari bibir pantai, pertolongan tak dapat segera dilakukan.

“Beberapa saat kemudian sekira pukul 11.30 Wita korban terseret ombak semakin ke dalam hingga korban tenggelam,” jelas Kasi Humas.

Warga yang ada di sekitar TKP berusaha menyelamatkan korban dengan berenang menggunakan ban.

Setelah berhasil dievakuasi ke tepi pantai, sejumlah warga kemudian memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Namun takdir berkata lain, nyawa korban dikatakan tak dapat diselamatkan.

“Setelah dibawa ke tepi pantai selanjutnya beberapa warga berusaha memberikan pertolongan pertama kepada korban, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” imbuh AKP Sukadi.

Sekitar pukul 12.30 Wita, Ambulans Tim SAR Kota Denpasar tiba di TKP dan selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSU Dharma Yadnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved