Berita Tabanan
Lapas Tabanan Kembali Gelar Asimilasi Cuci Motor Bagi Warga Binaan
Pembinaan kemandirian merupakan salah satu bentuk upaya pihaknya dalam memberikan pelatihan bagi Warga Binaan.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Setelah vakum selama kurang lebih hampir dua tahun lamanya dikarenakan Pandemi Covid-19.
Akhirnya, program Asimilasi Cuci Motor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan resmi kembali dibuka mulai Kamis 28 Desember 2023.
Asimilasi kerja luar dalam bentuk cuci motor ini merupakan salah satu bentuk Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang sedang menjalani masa pidana di dalam Lapas.
Kepala Lapas Tabanan, Muhamad Kameily mengatakan, selain pembinaan kerohanian, Warga Binaan juga diberikan pembinaan kemandirian dalam berbagai macam pelatihan sehingga WBP memiliki keterampilan atau skill ketika nanti sudah bebas dari Lapas.
Baca juga: 331 Napi WBP se-Bali Diusulkan Terima Remisi Khusus Natal 2023
Dan program ini tepat berada di depan asrama Lapas Tabanan.
Pembinaan kemandirian merupakan salah satu bentuk upaya pihaknya dalam memberikan pelatihan bagi Warga Binaan.
Sehingga mereka mempunyai kegiatan selama menjalani masa pidana di dalam Lapas.
“Nantinya ketika mereka sudah bebas, keterampilan tersebut dapat dipergunakan untuk menyambung hidup di masyarakat,” ucapnya.
Terkait asimilasi kerja luar cuci motor yang kembali dibuka, Kameily mengurai, bahwa hal ini merupakan salah satu upaya Lapas Tabanan untuk memberikan lebih banyak pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan.
Cuci motor ini merupakan salah satu bentuk sarana asimilasi dan edukasi bagi Warga Binaan.
Selain itu, hasil dari Asimilasi cuci motor ini merupakan salah satu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang kemudian disisihkan bagi WBP yang bekerja di cucian motor dan juga untuk kegiatan pembinaan lain di Lapas.
“Nanti akan disisihkan bagi WBP dan juga untuk kegiatan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Aldi Prawiratama menambahkan pada saat ini cuci motor merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan Lapas Tabanan.
Adapun juga program lain yakni asimilasi pembuatan kerajinan berbahan dasar koran serta pengelasan.
Saat ini ada enam orang Warga Binaan yang pihaknya pekerjakan untuk mengikuti asimilasi cuci motor.
“Kami akan terus berusaha untuk memfasilitasi segala macam jenis pembinaan kemandirian yang ada di Lapas sehingga dapat menciptakan Sumber Daya Manusia yang terampil setelah bebas dari Lapas,” pungkasnya. (ang).
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.