Berita Jembrana
Teras Rumah Warga Mendoyo Jembrana Ambruk Saat Hujan Deras
Atap teras rumah milik warga di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, ambruk, Senin 8 Januari 2024.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Atap teras rumah milik warga di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, ambruk, Senin 8 Januari 2024.
Diduga, peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin.
Sebab, tiang penyangga atap teras tersebut telah lapuk. Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian material ditaksir mencapai Rp7 Juta.
Baca juga: 390 Orang Nikmati Layanan Angkutan Siswa Gratis, Jembrana Gelontorkan Hampir Rp 1 Miliar Setahun
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dinihari kemarin.
Saat itu, sedang terjadi hujan deras disertai angin. Karena terlelap tidur, korban Ni Komang Ayuni (51) baru mengetahuinya pagi hari.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu Suarmadi menuturkan, rumah korban tersebut secara keseluruhan berukuran 4x5 meter. Dan untuk atap teras yang ambruk berukuran sekitar 1,5x2 meter.
Baca juga: KPU Jembrana Libatkan 77 Orang Lipat Surat Suara, Per Lembar Diberi Upah Rp200
"Beruntungnya tidak ada korban jiwa," ungkapnya, Selasa 9 Januari 2024.
Dia melanjutkan, diduga peristiwa tersebut terjadi saat cuaca hujan deras disertai angin ditambah tiang penyangga yang sudah lapuk karena berumur.
Pasca kejadian tersebut, pihak korban telah melakukan penanganan dengan menutup atap tersebut dengan bahan lain.
Baca juga: Dipakai Sewa PSK, Gusti Ngurah Made Nekat Curi Uang Mantan Bosnya di Jalan Hayam Wuruk Jembrana
"Sudah dipasang (diganti) atap seng untuk menutupi jaringan kabel yang terpasang di teras rumah korban," tandasnya.
Terpisah, Sekretaris BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengakui pihaknya telah melakukan asesmen serta kajian.
Selanjutnya ditindaklanjuti dengan memasang tenda untuk keluarga. Selain itu, korban juga diberikan bantuan seperti matras, selimut, kasur spon, terpal serta paket sembako untuk memenuhi kebutuhan korban sementara.
"Kita juga sudah serahkan beberapa bantuan logistik untuk korban," jelasnya.
Dengan dimulainya musim hujan, kata dia, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dengan bencana alam. Sebab, bencana tak mengenal waktu, tempat dan siapa saja.
"Kami imbau untuk tetap siaga dan waspada saja di musim saat ini," imbaunya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.