Ogoh Ogoh di Bali

Ditiadakan Karena Pemilu 2024, Pemprov Bali Tak Keluarkan Dana Pembuatan Ogoh-ogoh Tahun Ini

Ditiadakan Karena Pemilu 2024, Pemprov Bali Tak Keluarkan Dana Pembuatan Ogoh-ogoh Tahun Ini

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Ogoh-ogoh buatan Seka Truna di Kota Denpasar sudah berjejer rapi dipinggir jalanan Kota Denpasar, Bali. Berbagai tema ogoh-ogoh sudah dibuat dan siap untuk di arak dimalam Pengerupukan Nyepi pada, Selasa 21 Maret 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali tak mengadakan lomba ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Hari Raya Nyepi yang akan berlangsung pada 11-12 Maret 2024 mendatang.

Lomba ogoh-ogoh ditiadakan karena tahun ini berbarengan juga dengan aktivitas pemilu 2024. 

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,  Prof Dr I Gede Arya Sugiartha menjelaskan penilaian terhadap lomba ogoh-ogoh bisa dinilai subjektif.

Bisa saja dikait-kaitkan dengan pemilu. 

"Ya salah satunya juga iya (karena pemilu), karena kadang-kadang lomba itu kan rentan juga. Karena lomba seni itu kan agak subjektif, jadi biarkan saja kreativitasnya murni," katanya pada, Jumat 12 Januari 2024. 

Gede Arya menegaskan, bahwa yang ditiadakan itu lombanya. Itupun ditingkatan Provinsi.

Bukan meniadakan pembuatan dan parade ogoh-ogoh.

Jadi apabila ada Kabupaten/kota yang ingin mengadakan lomba, silahkan saja.

Itu menjadi otonomi Kabupaten/kota yang tidak bisa diganggu gugat oleh Pemerintah Provinsi. 

Baca juga: Lomba Ogoh-Ogoh di Buleleng Tahun Ini Ditiadakan

"Iya perlombaannya yang ditiadakan, jadi membuat ogoh-ogoh silahkan, jadi kegiatan mengarak ogoh-ogoh ketika pengerupukan itu silahkan, itu semua diatur oleh Pemkab atau Pemkot. Seperti Denpasar, Badung, itu kan mengadakan lomba, itu tingkatnya di Kabupaten/kota, hanya saja sekarang lomba ditingkat Provinsi tidak ada. Itu saja yang berubah tidak ada yang lain," imbuhnya.

Karena itu lomba ogoh-ogoh ditingkat Kabupaten/kota itu jelas tidak difasilitasi anggarannya oleh Pemprov Bali.

Anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten/kota yang mengadakan lomba ogoh-ogoh

"Tahun ini (Pemprov) ndak ngeluarin dana sama sekali, kalau lomba kita berikan seperti tahun lalu, cuma kalau sekarang murni di Kabupaten/kota dan desa adat," imbuhnya. 

Ogoh-ogoh ini terbuat dari bahan alami, di ulat menggunakan bambu , membentuk tekstur kulit menggunakan kulit jagung , membuat hiasan dengan biji-bijian seperti jagung, kacang merah, kacang hijau , dan lain-lainnya.
Ogoh-ogoh ini terbuat dari bahan alami, di ulat menggunakan bambu , membentuk tekstur kulit menggunakan kulit jagung , membuat hiasan dengan biji-bijian seperti jagung, kacang merah, kacang hijau , dan lain-lainnya. (TB / Arini Valentya)


Dijelaskan bahwa tahun lalu, Pemprov Bali memberikan support dana sekitaran Rp. 3 miliar untuk Kabupaten/kota yang mengadakan lomba ogoh-ogoh.

Tahun ini sejak awal Pemprov sudah berencana untuk meniadakan lomba ogoh-ogoh sehingga tidak masuk dalam penganggaran APBD Pemprov Bali 2024.

"Gak dianggarkan dari awal karena memamg diprogram kita tidak akan mengadakan lomba," tutupnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved