Ogoh Ogoh di Bali
Terbentur Pujawali, Desa Adat Buleleng Putuskan Tidak Ada Ogoh-Ogoh Saat Nyepi Tahun Ini
Terbentur Pujawali, Desa Adat Buleleng Putuskan Tidak Ada Ogoh-Ogoh Saat Nyepi Tahun Ini
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Prajuru Desa Adat Buleleng memutuskan untuk tidak menjalankan tradisi mengarak ogoh-ogoh serangkaian Nyepi Tahun Baru Saka 1946.
Keputusan ini diambil sebab Pengerupukan yang jatuh pada tanggal 10 Maret berbarengan dengan pelaksanaan Pujawali di Pura Dalem Desa Adat Buleleng.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, keputusan ini diambil setelah pihaknya menggelar rapat Koordinasi Ogoh-ogoh yang digelar di Wantilan Sekretariat Desa Adat Buleleng pada Jumat (19/1) pagi, bersama yowana, kelian banjar adat, koordinator pecalang, hingga babinsa dan bhabinkamtibmas.
Dari rapat itu diputuskan Desa Adat Buleleng tidak mengarak ogoh-ogoh. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, serta berdasarkan awig-awig Desa Adat Buleleng No 1 Tahun 2013 revisi ke-4 yang mengatur tentang kewenangan untuk mengambil keputusan berdasarkan paruman.
Baca juga: Dinas Kebudayaan Klungkung Pastikan Kembali Gelar Lomba Ogoh-Ogoh, Ingatkan Tidak Bermuatan Politik

Dimana salah satunya disebabkan lantaran pada 10 Maret akan dilaksanakan Pujawali di Pura Dalem Desa Adat Buleleng yang bersamaan dengan hari pengerupukan.
Sebagai gantinya, untuk memeriahkan tradisi ogoh-ogoh jelang Nyepi, pihaknya berjanji akan mengadakan lomba ogoh-ogoh pada Nyepi 2025 di 14 wewidangan Desa Adat Buleleng dengan memberikan dana stimulan sebesar 5 juta rupiah untuk setiap banjar adat yang berpartisipasi.
“Kami sepakat dengan alasan kebersamaan, kesetaraan, serta pertimbangan tahun politik dan ekonomi, Desa Adat Buleleng sepakat tidak melaksanakan ogoh-ogoh di tahun 2024,” jelas Sutrisna.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.