Berita Jembrana
Cuaca Ekstrem Sebabkan Bencana di 10 Titik, Atap Jebol, Petani Tersambar Petir hingga Rumah Roboh
Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin dan petir yang terjadi Sabtu 27 Januari 2024 kemarin menimbulkan sejumlah peristiwa bencana alam.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Cuaca ekstrem hujan deras disertai angin dan petir yang terjadi Sabtu 27 Januari 2024 kemarin menimbulkan sejumlah peristiwa bencana alam.
Seperti kerusakan atap rumah warga, pohon tumbang, hingga peristiwa nahas petani tersambar petir.
Terakhir, atap teras rumah warga ambruk dan menimpa anak 10 tahun, Minggu 28 Januari 2024 pagi tadi.
Baca juga: Penanaman Pohon Tandai Pelantikan KPPS, 6.286 Orang Anggota KPPS Jembrana Dilantik
Beruntung, korban yang mengalami memar di bagian pinggang telah dilarikan ke faskes terdekat untuk mendapat pertolongan medis.
Menurut data yang diperoleh dari BPBD Jembrana, total peristiwa bencana alam yang terjadi kemarin sebanyak delapan peristiwa.
Rinciannya tiga rumah warga mengalami kerusakan bagian atap karena angin kencang (genteng jatuh) di Banjar Yeh Mekecir, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana.
Baca juga: Petani Disambar Petir di Jembrana, Tiga Orang Alami Luka Bakar Berat, Luka Ringan Bisa Segera Pulang
Kemudian dua atap rumah warga jebol akibat hujan deras disertai angin kencang di Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo.
Selanjutnya atap rumah warga jebol akibat hujan deras di Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.
Kemudian, kerusakan atap los pasar ikan di areal relokasi Parkir Kantor Bupati Jembrana jebol karena hujan deras disertai angin. Peristiwa 12 orang tersambar petir di gubuk tengah sawah Desa Budeng, Kecamatan Jembrana.
Baca juga: SOSOK Mek Yan Korban Tersambar Petir di Gubuk Sawah : Perempuan Tangguh dan Multi Talenta
Terakhir adalah pohon tumbang yang sempat menutup akses Jalan Mertasari-Loloan Timur dan sekitarnya.
"Untuk yang peristiwa kemarin ada di 9 titik termasuk peristiwa petani tersambar petir di Budeng. Semua sudah kita assessment," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Minggu 28 Januari 2024.
Dia melanjutkan, tak hanya kemarin, Minggu 28 Januari 2024 pagi sekitar pukul 08.00 WITA, atap teras warga di Banjar Sari Kuning, Desa Tukadaya Kecamatan Melaya ambruk. Peristiwa tersebut mengakibatkan anak berusia 10 tahun menjadi korban karena tertimpa kayu runtuhan teras rumah.
"Yang di Sari Kuning menimpa anak 10 tahun. Tapi beruntung sudah dilarikan ke Puskesmas Melaya untuk pertolongan. Korban mengalami memar di bagian pinggangnya saat bermain di teras rumahnya," ungkapnya.
Atas peristiwa yang terjadi, kata dia, petugas lapangan telah melakukan kaji cepat atau assessment guna memberikan bantuan awal berupa kebutuhan dasar.
"Sementara sudah kita assessment dan berikan bantuan kebutuhan dasar," tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.