Berita Denpasar

PDAM Denpasar Akan Pasang 5 DMA untuk Pantau Tekanan Air

Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar akan segera melakukan pemasangan 5 Distrik Meter Area

Istimewa
Persiapan untuk pemasangan DMA di Denpasar Barat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar akan segera melakukan pemasangan 5 Distrik Meter Area (DMA) di Kawasan Denpasar Barat.

 

Hal ini dilakukan untuk optimalisasi pelayanan pengaliran air termasuk mencegah kebocoran air karena tekanan air bisa terpantau.

Baca juga: SMP Swasta di Denpasar Kekurangan Guru Akibat Banyak yang Lolos PPPK

Dengan DMA ini akan lebih mudah memantau pengaliran dan tekanan secara real time melalui Scada System serta dapat dimonitor NRW di masing-masing blok DMA.

 

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Arsana mengatakan, untuk langkah awal pihaknya telah melaksanakan penutupan valve dan pengecekan tekanan untuk Isolasi Blok DMA di wilayah Kecamatan Denpasar Barat.

Baca juga: Tahun 2024, Pemkot Denpasar Akan Ganti 866 Papan Nama Jalan, Disiapkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

Arsana mengatakan, 5 DMA di wilayah Denpasar Barat ini akan terealisasi tahun 2024 ini.

 

DMA ini merupakan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia untuk selanjutnya dihibahkan ke Pemkot Denpasar guna mendukung optimalisasi pelayanan air minum. 

 

"Pembuatan DMA ini adalah upaya untuk optimalisasi pelayanan, terutama pengaliran air dari SPAM Penet ke wilayah Denpasar Barat," kata Arsana, Senin 29 Januari 2024.

Baca juga: Puluhan Anak MPK di Denpasar Berjumpa Menteri PPPA RI Bintang, Dari Bermain Hingga Bernyanyi Bersama

Wilayah yang disasar pemasangan DMA ini adalah beberapa wilayah dilayani melalui SPAM Penet.

 

Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Padangsambian, Desa Padangsambian Kelod, Desa Tegal Harum dan Desa Tegal Kertha.

 

"Semoga dengan adanya DMA ini nantinya pelayanan kepada pelanggan dapat terus ditingkatkan, serta seluruh wilayah Kota Denpasar mendapatkan tekanan air yang sama," katanya.

 

Diberitakan sebelumnya, Denpasar dapat suntikan dana untuk PDAM sebesar Rp60 miliar.

 

Dana ini digunakan untuk melakukan penelitian tingkat kebocoran dan pengadaan material khususnya penggantian pipa dari Korea.

 

“Korea memilih Denpasar karena petunjuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Arasana.

 

Selain itu, dipilihnya Denpasar juga dilihat dari Non Revenue Water (NRW) atau tingkat kebocoran yang cukup tinggi.

 

Salah satunya di wilayah Padangsambian, karena selama ini untuk mengaliri kawasan Padangsambian, PDAM Denpasar membeli air dari SPAM Penet yang dikelola oleh Provinsi Bali.

 

“Awal dari kontrak itu kami dapat aliran air sebanyak 150 liter per detik. Kenyataannya kami baru dapat 50-55 persennya,” katanya.

 

Sehingga kawasan tersebut nantinya akan dipasang Distrik Meter Area (DMA). (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved