Pengendara Motor Jatuh ke Tukad Cangkir

Keluarga Sangat Terpukul dengan Kepergian Kadek Karmawan, Ayah Korban: Saya Tidak Bisa Berkata-kata

Kadek Karmawan, korban tewas, setelah mengalami kecelakaan akibat terjun ke jurang di Tukad Cangkir, Gianyar, Bali menyisakan duka bagi keluarga.

|
Istimewa
Kolase - Evakuasi Kadek Karmawan di Tukad Cangkir (kiri) korban saat masih hidup (kanan) 


Setibanya di TKP, tepatnya di jalan Astina Timur atau di Jembatan Tukad Cangkir, tiba-tiba korban tidak bisa menguasai laju kendaraannya.

Saat itu, kendaraannya membentur pembatas jembatan hingga terpental ke barat sekitar 15 meter, dan korban sendiri terpental ke jurang.


"Informasi kami terima melalui telepon, lalu kami turun ke lokasi, bersama petugas BPBD Gianyar melakukan pencarian korban," ujar Kapolsek.


Korban baru berhasil ditemukan sekitar pukul 08.30 Wita, dan saat itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Korban kemudian dievakuasi dengan cara ditarik dengan tali ke atas jembatan dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulance menuju Rumah Sakit Umum Bangli karena korban berasal dari Desa Bebalang Bangli," ungkap Kompol Sudyatmaja.

 

TKP Rawan 

 Jembatan di atas sungai atau Tukad Cangkir yang terletak di barat kantor PDAM Gianyar, merupakan jalur penghubung Kabupaten Gianyar, Bangli dan Klungkung.

Jalan ini sangat jarang dilalui kendaraan besar, meskipun lebar jalan bisa dilalui dua truk barang.

Hal ini karena kendaraan besar hanya bisa menggunakan jalur Jalan Raya Beng yang ada di utara kawasan jembatan, sehingga jalan di jembatan Tukad Cangkir lebih sering lengang.

Meskipun lengang, jalur ini tidak bisa dikatakan aman.

Sebab, tikungan di jembatan ini, baik dari arah timur maupun barat, cukup tajam.

Bahkan pengendara kerap terkecoh mengira bahwa jalan tersebut lurus.

Padahal, jika melaju lurus, pengendara akan langsung membentur beton pembatas jembatan, dan mengakibatkan pengendara terjun bebas ke bawah jurang bebatuan dengan ketinggian lebih dari 15 meter.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Senin 12 Februari 2024 membenarkan hal tersebut. Pria asal Tulikup Gianyar ini, hampir setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved