Pemilu 2024

Ini Analisis Pengamat Politik Universitas Udayana Bali Soal Fenomena Anak Pejabat Lolos Pemilu 2024

Analisis menarik terkait fenomena anak pejabat, mulai dari bupati hingga pimpinan dewan yang lolos di Pemilu 2024 disoroti oleh Pengamat Politik

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Suasana di Banjar Sari Buana Tegal Harum, Denpasar, Bali, saat Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Analisis menarik terkait fenomena anak pejabat, mulai dari bupati hingga pimpinan dewan yang lolos di Pemilu 2024 disoroti oleh Pengamat Politik Universitas Udayana (Unud), Efatha Filomeno Borromeu Duarte, S.IP., M.Sos.

Menurutnya Fenomena anak pejabat mulai dari bupati hingga pimpinan dewan yang lolos dalam pertarungan Pemilu 2024 ini erat kaitannya dengan teori kapital sosial.

Dalam teori kapital sosial dijelaskan tentang bagaimana anak-anak pejabat mendapatkan keuntungan dari jaringan, reputasi, dan sumber daya yang telah dibangun oleh orangtua mereka.

Baca juga: Raihan Suara Sementara 2 Anak Bupati Karangasem di Pemilu DPRD: Putu Surya 6.276 & Kadek Yulita 528

Kapital ini memberikan landasan bagi pembangunan kapital simbolik, di mana nama besar keluarga menjadi perwakilan untuk meningkatkan kepercayaan dan legitimasi dalam konteks politik.

Sehingga, garis keturunan dan hubungan keluarga dinilai berperan signifikan dalam mempertahankan dan memperluas pengaruh politik.

Saat para anak pejabat ini menjadi anggota dewan, setidaknya mereka telah dibekali wawasan dan taktik politik oleh orangtuanya.

Namun, hal tersebut tak sepenuhnya dapat menjadi dasar dalam menjalankan pekerjaannya.

Jam terbang, pengalaman langsung, hingga prestasi nyata menjadi faktor yang tak kalah penting.

Sedikit banyak, para anak pejabat ini mungkin sudah dibekali oleh keluarga dengan dasar-dasar politik, namun ketajaman taktik dan strategi politik yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar pendidikan.

Jam terbang, pengalaman langsung, dan tentunya prestasi nyata adalah komponen yang tidak dapat diabaikan menjadi seorang anggota dewan.

Parlemen merupakan wadah untuk orang-orang yang akan melakukan pengabdian demi kepentingan masyarakat, bukan hanya untuk melanjutkan kekuasaan politik orangtua.

Baca juga: Niluh Djelantik Tempel AWK di Pemilu DPD RI Bali, akan Tepati Janji Beri Gaji-Tunjangan buat Rakyat

Anak pejabat melenggang jadi wakil rakyat

Fenomena menarik mewarnai perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Sejumlah anak pejabat di Bali diperkirakan melenggang mulus untuk menjadi wakil rakyat.

Mereka merupakan putra-putri mahkota dari pejabat bupati hingga pimpinan dewan. Rata-rata masih berusia muda, dan berstatus newcomer alias pendatang baru di dunia perpolitikan.

Sejauh ini mampu mengoleksi suara “gendut”, dari puluhan hingga ratusan ribu suara pemilih sesuai tingkatan. Bahkan mengungguli petahana ataupun politisi senior di daerahnya dalam pertarungan memperebutkan kursi DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved