Kasus Pembacokan di Klungkung

5 Fakta Pembacokan di Klungkung: Alit Dihujani Sabit 3 Kali di Depan Istri, Jalani Operasi Hari Ini

Peristiwa tragis di Klungkung itu diduga dilakukan oleh Dewa Ngakan Made Putra Wedana (44).

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi perkelahian. 5 Fakta Pembacokan di Klungkung: Alit Dihujani Sabit 3 Kali di Depan Istri, Jalani Operasi Hari Ini 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Kasus pembacokan yang diwarnai insiden pembakaran rumah di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, memantik sorotan hangat publik di Bali.

Peristiwa tragis di Klungkung itu diduga dilakukan oleh Dewa Ngakan Made Putra Wedana (44).

Apa motif Putra Wedana tega melakukan tindakan sadis tersebut hingga menyebabkan korban luka parah.

Baca juga: Viral Bali: Pertikaian di Klungkung Putra Wedana Bacok & Bakar Rumah, Misteri Pembunuhan di Tabanan

Berikut fakta-fakta yang dihimpun redaksi Tribun Bali atas kasus pembacokan dan pembakaran rumah di Klungkung.

Peristiwa pembacokan disertai pembakaran rumah oleh terduga pelaku Dewa Ngakan Made Putra Wedana (44) terjadi Rabu, 13 Maret 2024.

Setelah melakukan pembacokan, terduga pelaku bahkan langsung membakar rumah korbannya.

Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Anak Agung Made Suantara menjelaskan, terduga pelaku pembacokan adalah Dewa Ngakan Made Putra Wedana.

1. Bacok dua orang

Terduga pelaku melakukan pembacokan terhadap Ngakan Nyoman Alit Adiputra (37) dan Wayan Siok (60).

Sementara korban pembakaran rumah, I Dewa Ngakan Ketut Sudarmayasa (43).

2. Berkerabat, pelaku bacok wajah salah satu korban sebanyak 3 kali

Antara pelaku dan korban masih kerabat dan tinggal satu rumah di Dusun Anjingan, Desa Getakan.

Sekitar Pukul 17.00 Wita, korban (Wayan Siok) datang dari sawah.

Ia membawa sabit yang diselipkan di pinggangnya.

Saat hendak memasuki rumah, tiba-tiba datang terduga pelaku (Ngakan Made Putra Wedana) merebut sabit dari korban.

Antara pelaku dan korban merupakan tetangga.

"Setelah merebut sabit, tiba-tiba pelaku melakukan pembacokan ke wajah korban sebanyak tiga kali," ujar Kasat Reskrim Polres Klungkung.

Baca juga: Viral Bali: Ogoh-ogoh Banjar Tainsiat Jadi Magnet Publik di Catur Muka, Ratna Sarumpaet Minta Maaf

3. Pembacokan disaksikan istri korban

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh istri korban, Ni Ketut Urip (21) dan berteriak minta tolong.

Teriakan itu didengar oleh Ngakan Nyoman Alit Adiputra.

Berusaha menolong, Ngakan Nyoman Alit Adiputra justru mendapat bacokan membabi buta dari terduga pelaku.

Padahal Ngakan Nyoman Alit Adiputra dan terduga pelaku masih kerabat.

4. Bakar rumah

Lalu terduga pelaku yang masih membawa senjata tajam, berlari ke rumah Dewa Ngakan Ketut Sudarmayasa dan langsung melakukan pembakaran.

Karena adanya aksi tersebut, warga sekitar berdatangan, akan tetapi tidak berani mendekati rumah yang terbakar, karena pelaku masih memegang sabit.

"Menerima informasi itu, polisi datang ke lokasi kejadian. Pelaku saat itu masih memegang sajam dan melakukan aksi bakar rumah.

Polisi memberikan peringatan, sehingga pelaku menjatuhkan senjata dan menyerahkan diri," jelas Suantara.

Kebakaran berhasil dipadamkan oleh armada pemadam kebakaran Klungkung.

Baca juga: Pria Pendaki Berusia Senja Ditemukan Tak Bernyawa di Puncak Gunung Agung Bali, Begini Kondisinya

5.   Polisi dalami motif, korban dilarikan ke RS dan rencana operasi bedah thorak

Sementara korban yang mendapat luka bacokan, dirawat di RSUD Klungkung.

"Kami masih dalami motif dari pelaku melakukan aksi tersebut. Namun pelaku dengan korban yang dibacok (Ngakan Nyoman Alit Adiputra) masih kerabat.

Demikian halnya rumah korban yang rumahnya dibakar (Dewa Ngakan Ketut Sudarmayasa) juga masih kerabat dan tinggal dalam satu pekarangan rumah," ungkap Suantara.

Hingga tadi malam, Ngakan Nyoman Alit Adiputra, mengeluhkan nyeri di bahu bagian kanan dan luka di bagian badan.

Serta kepala habis dibacok dan akan dilakukan operasi bedah thorak, Kamis ini.

Sekarang masih di UGD kondisi dalam keadaan stabil. Sedangkan Wayab Siok mengalami luka di bagian telinga bagian kanan dan dahi bagian kiri.

"Pelaku hingga malam ini masih dimintai keterangan, namun masih linglung. Keteranganya masih berubah-ubah.

Sedangkan korban belum bisa kami mintai keterangannya sehingga belum bisa memastikan motifnya," ujar Suantara. (Tribun Bali/Mit)

>>> Baca berita terkait <<< 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved