Berita Jembrana
TANPA KTP Masuk Bali, Sejumlah Orang Terjaring Sidak di Gilimanuk, Alasannya Ketinggalan & Hilang
Di sisi lain, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di Pos II atau pintu masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Petugas gabungan dari Disdukcapil, Satpol PP, serta TNI memperketat pemeriksaan identitas pada Pos KTP Gilimanuk, Jembrana, Senin 15 April 2024.
Sebab, sejak arus balik mudik Lebaran 2024 ini, ratusan ribu orang warga datang ke Bali dari Pulau Jawa. Selama arus balik mudik ini, ditemukan sejumlah warga yang tak melengkapi diri dengan identitas diri seperti KTP.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di Pos II atau pintu masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk.
Pemeriksaan dilakukan terhadap orang, barang bawaan, serta kendaraan yang masuk Bali sebagai antisipasi masuknya sajam, narkoba, barang terlarang hingga bahan peledak (handak).
Baca juga: KENCAN Tak Sanggup Bayar, Ini Motif Pelaku Habisi Nyawa Perempuan di Apartemen Kota Bandung
Baca juga: DANA Hibah Rp 2 Miliar ke UGM Yogyakarta Dari Badung, Simak Peruntukannya Berikut Ini

Menurut data yang berhasil diperoleh, sejumlah warga masuk Bali kedapatan tak membawa KTP dengan berbagai alasan.
Sementara, beberapa orang lainnya yang tidak membawa KTP, namun sudah membawa surat keterangan kehilangan serta ada penjamin dari warga Denpasar.
Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, Disdukcapil Jembrana, I Komang Sujana mengatakan, pihaknya bersama instansi gabungan secara rutin melakukan pemeriksaan di Pos KTP Gilimanuk.
Namun, selama arus balik mudik ini, diperketat lagi mengingat banyak orang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
"Pemeriksaan diperketat untuk memastikan orang masuk Bali membawa identitas diri yang resmi seperti KTP," ungkapnya.
Selama arus balik mudik 2024 ini, kata dia, petugas jaga di Pos KTP Gilimanuk mendapati sejumlah orang masuk Bali tanpa identitas.
Mereka mengaku dengan berbagai alasan seperti hilang, ketinggalan di rumah serta lainnya. Namun secara umum mereka membawa salinan seperti foto di handphone atau fotokopi.
"Sebagian besar dengan alasan ketinggalan dan hilang di perjalanan. Tapi kami sudah proses karena masuk sebagai pelanggaran tidak membawa identitas saat masuk Bali," jelasnya.
Sujana mengakui, meskipun tejadi peningkatan pergerakan aktivitas di pintu masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk, seluruh masyarakat tetap diminta untuk melengkapi diri dengan identitas.

"Identitas diri sangat penting ketika bepergian kemana dan kapanpun. Kami imbau selalu bawa identitas diri," jelasnya.
Terpisah, Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, pemeriksaan kendaraan, orang dan barang bawaan dilakukan pada Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk atau pintu masuk Bali.
Pemeriksaan dilakukan sebagai antisipasi adanya barang ilegal, sajam, bahan peledak (handak), narkoba hingga barang berbahaya lainnya.
Termasuk juga untuk menjaring orang yang tidak memiliki dan membawa identitas diri berupa KTP.
"Meskipun pemeriksaan dilakukan secara ketat namun tetap dilakukan secara humanis. Pemeriksaan secara acak, dan tetap diciptakan rasa nyaman.
Kami tetap mengutamakan pengamanan. Fokus kami ke barang-barang bawaan dan barang titipan yang dikemas khusus. Jadi kami harapkan pemudik yang balik membawa barang, agar kooperatif menunjukkan titipan barang dan bawaan," tegasnya.
Sementara ini, kata dia, pihak kepolisian belum menemukan barang bawaan dari warga yang mencurigakan.
Namun diharapkan orang masuk Bali tidak sampai melakukan hal tersebut karena bisa saja menganggu keamanan dan ketertiban serta kenyamanan di Bali.
"Selama ini masih aman, belum ditemukan hal atau barang bawaan yang mencurigakan," tandasnya.
Jadwalkan Sidak Duktang Usai Lebaran
Kasat Pol PP Jembrana, I Made Leo Agus Jaya, menegaskan telah membuat jadwal penertiban penduduk pendatang (duktang).
Hal ini untuk antisipasi gangguan ketertiban, serta memastikan bahwa seluruh penduduk pendatang tersebut memiliki dan membawa identitas diri seperti KTP.
"Sudah kita jadwalkan (operasi duktang). Nanti kita juga melibatkan pihak desa Dinas dan Adat dalam operasi tersebut," ucap Made Leo.
Dari menegaskan, selain sebagai pendataan identitas terhadap duktang, juga sebagai antisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas selama berada di Jembrana.
"Tujuan utamanya adalah untuk memastikan mereka mengantongi identitas yang lengkap serta memiliki tujuan yang jelas tinggal di sini," tegasnya.
(*)
Dua PNS Jembrana Bali Dipecat Tahun Ini, Tersandung Kasus, Semaradani: Bekerja Sesuai Tupoksi |
![]() |
---|
Hanya Puluhan Orang Kunjungi Perpustakaan Daerah Jembrana Setiap Hari, Minim Koleksi Buku |
![]() |
---|
2 ASN Jembrana Dipecat, Satu Orang Tak Pernah Masuk, Satu Orang Tersandung Kasus Hukum |
![]() |
---|
Jembrana Bali Bentuk Tim Khusus Penanggulangan Rabies, Vaksinasi Massal Diharapkan Tekan Kasus |
![]() |
---|
KMP Karya Maritim III Alami Masalah Kemudi, Digandeng Kapal Lain untuk Perbaikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.