Berita Jembrana

Kasus Gigitan HPR Mencapai 1.518 Orang, Stok VAR di Jembrana Aman Jika Kasus Tak Bertambah

Dinas Kesehatan Jembrana, dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah kasus gigitan HPR pada manusia tercatat sudah mencapai 17.700 gigitan.

Dwi S
ilustrasi rabies - Kasus Gigitan HPR Mencapai 1.518 Orang, Stok VAR di Jembrana Aman Jika Kasus Tak Bertambah 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Jembrana, Bali dalam kurun waktu empat bulan terakhir mencapai 1.518 gigitan.

Artinya, dalam sebulan ada sekitar 370-an gigitan yang terjadi kepada manusia.

Dan dari jumlah gigitan tersebut, pemerintah sudah mengeluarkan sedikitnya 2,4 ribu lebih Vaksin Anti Rabies (VAR) karena penggunaannya berdasarkan berat badan manusia yang menderita luka gigitan.

Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Kesehatan Jembrana, dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah kasus gigitan HPR pada manusia tercatat sudah mencapai 17.700 gigitan.

Baca juga: Cegah Rabies, Polisi Kawal Vaksinasi Rabies di Desa Marga Tabanan, 3 Kecamatan Belum Tervaksin

Setiap tahunnya sejak 2020 lalu, jumlah kasus gigitan pada manusia selalu meningkat, terutama pada tahun 2022 dan 2023.

Sementara itu, kasus anjing positif rabies di Jembrana hingga saat ini atau Mei 2024 tercatat ada sebanyak 14 ekor.

Jumlah tersebut tersebar di tiga kecamatan berbeda yang didominasi oleh Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Negara.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya sudah ada 32 orang yang diserang atau menerima luka gigitan dari HPR Positif Rabies.

"Jumlah kasus gigitan tergantung dari penanganan HPR," kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi, Rabu 1 Mei 2024.

Dia berharap, ketika penanganan HPR di lapangan dengan maksimal, praktis kasus gigitan pada manusia juga akan menurun alias bisa ditekan.

Sehingga ini harus dikerjakan bersama-sama, baik dari bidang Keswan-Kesmavet hingga masyarakat.

Disinggung mengenai ketersediaan VAR dan serum anti rabies (SAR) di Jembrana, Ambara menegaskan stok VAR di Jembrana masih aman.

"Stok VAR di Jembrana aman. Berbeda dengan SAR yang merupakan barang langka dan harganya juga tinggi. Kita berharap kasus tidak bertambah dari tahun sebelumnya sehingga (vaksin) cukup," sebutnya.

Dia menegaskan, ketika ada masyarakat yang digigit anjing atau HPR lain agar segera melakukan langkah-langkah penanganan.

Di awal, masyarakat yang diserang HPR bisa mencuci luka dengan sabun di air mengalir minimal 10-15 menit lamanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved