Berita Denpasar

Distan Denpasar Target Vaksin Rabies Sebanyak 73.975 Anjing, Populasi 80 Ribuan

Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan pelaksanaan Vaksinasi Rabies mampu menyasar 73.975 Hewan Penular Rabies (HPR) di Tahun 2024 ini. 

Tribun Bali/Putu Supartika
Pelaksanaan vaksinasi rabies di Denpasar, Kamis 11 April 2024. 

Distan Denpasar Target Vaksin Rabies Sebanyak 73.975 Anjing, Populasi 80 Ribuan


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan pelaksanaan Vaksinasi Rabies mampu menyasar 73.975 Hewan Penular Rabies (HPR) di Tahun 2024 ini. 

Hal ini sebagai langkah dalam mencegah penularan rabies

Apalagi di Kota Denpasar telah ditemukan beberapa kasus positif rabies pada anjing di Denpasar.

Baca juga: Puluhan Personel Polri Dikerahkan, Amankan Takbir Keliling di Dusun Wanasari Denpasar

Kadis Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta mengatakan, vaksinasi ini dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami snagat konsen dengan pencegahan rabies, beragam upaya terus kami laksanakan untuk mendukung optimalisasi pencegahan rabies,” katanya, Kamis, 11 April 2024. 

Ia mengatakan, pada tahun 2024 ini, populasi HPR, khususnya anjing di Kota Denpasar diprediksi mencapai 82.195 ekor. 

Baca juga: Di Denpasar Tercatat 1858 Orang Menderita Tuberkolosis, Meningkat Sejak 2022 Lalu

Di mana, dari jumlah ini, pelaksanaan vaksinasi rabies ditargetkan mampu menyasar 90 persen dari total populasi. 

“Kami targetkan 90 persen dari prediksi populasi, sekitar 73.975 ekor, tentunya diperlukan kerjasama lintas sektor untuk menjangkau jumlah tersebut,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, untuk mendukung pencegahan rabies tersebut, Tim Dinas Pertanian, khususnya Bidang Kesehatan Hewan telah merancang berbagai upaya. 

Baca juga: Siapkan Rp1,9 T BRI Regional Office Denpasar Buka Layanan Terbatas di Bali Nusra Pada Libur Lebaran

Yakni pelaksanaan vaksinasi rabies secara dor to dor ke Desa/Kelurahan serta melaksanakan kontrol populasi dengan sterilisasi anjing liar. 

Selain itu, pencegahan kasus rabies juga dilaksanakan dengan Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya Penyakit Rabies dan resiko yang ditimbulkan. 

Tak hanya itu, juga turut dilaksanakan Kegiatan Pengawasan Lalu Lintas HPR serta Pembentukan Tim Siaga Rabies (TISIRA). 

“Semoga upaya pencegahan rabies berkelanjutan di Kota Denpasar dapat terus dioptimalkan, terlebih Bali, khususnya Kota Denpasar dikenal sebagai daerah wisata,” ungkap Gung Bayu. (*)

 

 

Berita lainnya di Vaksin Rabies

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved