Mahasiswa STIP Tewas

3 Tersangka Baru Taruna STIP, Peran KAK Tunjuk Putu Dipukul Pertama oleh Tegar

Terungkap! Tersangka kekerasan KAK menyarankan agar Putu Satria dipukul pertama kali oleh Tegar.

|
ISTIMEWA
Terkait perkara ini sebelumnya, polisi telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Putu Satria, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara. Tersangka diketahui bernama Tegar Rafi Sanjaya (21), mahasiswa tingkat 2 STIP Jakarta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terungkap! Tersangka kekerasan KAK menyarankan agar Putu Satria dipukul pertama kali oleh Tegar. Tersangka Klah yang menyarankan kepada Tegar untuk menargetkan Putu Satria sebelum terjadinya tindakan kekerasan ekspresif di STIP Jakarta

"K menunjuk pada korban sebelum dilakukan kekerasan eksesif oleh tersangka Tegar dengan mengatakan, 'adikku aja nih mayoret tepercaya'," terang Kapolres.

Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga tersangka baru buntut  kasus tewasnya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Putu Satria Ananta Rustika (19), asal Klungkung Bali imbas penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya.

Satreskim menerangkan, jika ketiga tersangka memainkan perannya masing-masing.

Baca juga: Terungkap Fakta Baru Tewasnya Putu Satria Dianiaya Senior STIP Jakarta: Curhat ke Pacar Begini

"Tiga tersangka itu menjadi atau mempunyai peran turut serta, turut melakukan dalam konteks ini orang yang melakukan, atau orang yang turut menyuruh perbuatan itu," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Utara, Kombes (Pol) Gidion Arif Setyawan di Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis (8/4/2024).

Tersangka yang ditetapkan adalah A, W, dan K yang merupakan taruna STIP.

Sebelumnya, polisi menetapkan senior Putu yakni Tegar Rafi Sanjaya (21), sebagai tersangka.

Peran mereka terkuak usai polisi melakukan pengembangan penyidikan dan gelar perkara. Berdasarkan hasil penyidikan, A merupakan orang yang pertama kali memanggil Putu bersama teman-temannya.

"Adapun peran masing-masing dari tersangka itu adalah pelaku FA alias A memanggil korban dengan mengatakan 'woi tingkat satu yang makai PDO (pakaian dinas olahraga) sini'. Jadi, turun dari lantai tiga ke lantai dua," sambung Gidion.

Setelah turun ke lantai dua, Putu bersama teman-temannya digiring masuk ke toilet pria karena tidak ada CCTV.

A juga berperan sebagai pengawas ketika tindak kekerasan itu terjadi.

Baca juga: Mahasiswa Asal Klungkung Putu Satria, Korban Kekerasan di STIP Sempat Curhat Ke Pacar Pernah Dipukul

Menurut keterangan Kapolres, K adalah orang yang pertama menunjuk Putu agar yang pertama kali menerima pukulan. 

Di sisi lain, tersangka WJP atau W pada saat waktu kejadian adalah orang yang mengatakan untuk memberikan efek jera terhadap korban.

"Selanjutnya tersangka WJP alias W pada saat proses terjadinya kekerasan eksesif mengatakan, 'jangan malu-maluin, kasih paham'," jelas Gidion. Sementara K adalah orang yang menyarankan agar Putu yang pertama kali mendapat pukulan. "K menujuk pada korban sebelum dilakukan kekerasan eksesif oleh tersangka Tegar dengan mengatakan, 'adikku aja nih mayoret tepercaya'," terang Gidion.

Oleh karena itu, Tegar yang merupakan pelaku utama terdorong untuk memukul Putu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved