Berita Gianyar

PUSAKA Raja Buleleng & Blahbatuh Tedun, Puri Agung Sajebag Bali Dukung Bandara Bali Utara

Pura ini merupakan kawasan terdekat dengan rencana lokasi Bandara Bali Utara yang rencanananya akan dibangun di tengah laut.

Wayan Eri Gunarta-Tribun Bali
KUMPUL – Penglingsir Puri Agung Sejebag Bali berkumpul di Puri Agung Blahbatuh, Gianyar, bersama perwakilan tokoh Buleleng dan PT Bibu Panji Sakti terkait pembangunan Bandara Bali Utara, Selasa 21 Mei 2024. 

TRIBUN-BALI.COM  - Panglingsir Puri Agung Sejebag Bali berkumpul di Puri Agung Blahbatuh, Gianyar, Selasa 21 Mei 2024 sekitar pukul 14.00 Wita.

Mereka berkumpul untuk memberikan dukungan pembangunan Bandara Bali Utara, yang ditandai event dengan menghadirkan pusaka Raja Buleleng dan Blahbatuh.

Selain panglingsir puri, pertemuan ini juga sepengetahuan kepala desa se-Buleleng yang kawasannya akan masuk radius bandara. Pada intinya, mereka mendoakan agar pembangunan Bandara Bali Utara segera terwujud.

Adapun yang hadir mulai dari Tokoh Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, tokoh Puri Agung Peliatan, Ida Cokorda Gde Putra Nindya, tokoh Puri Agung Blahbatuh, Anak Agung Ngurah Kakarsana, tokoh Puri Anyar Kerambitan, Anak Agung Ngurah Bagus Erawan.

Lalu ada tokoh Puri Anom Tabanan, Anak Agung Ngurah Panji Astika, tokoh Puri Anyar Tabanan, Anak Agung Ngurah Agung Juliartawa, dan tokoh Puri Agung Singaraja, Anak Agung Ngurah Ugrasena.

Dalam kesempatan ini, Agung Ugrasena mengungkapkan bahwa pada 26 Mei 2024, pusaka Raja Buleleng dan Blahbatuh akan 'tedun' (turun) mendampingi topeng tapel Gajah Mada di Pura Penyusuhan Kubutambahan, Buleleng.

Pura ini merupakan kawasan terdekat dengan rencana lokasi Bandara Bali Utara yang rencanananya akan dibangun di tengah laut.

"Alasan tanggal 26 Mei, kami berharap tanggal itu, di Pura Pengusuhan ada event yang kita tunggu, berkaitan dengan Bandara Bali Utara," ujarnya.

Tokoh Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra mengatakan, keberadaan Bandara Bali Utara sangat ditunggu-tunggu. Sebab akan memeratakan perputaran ekonomi di Bali.

"Seperti kita ketahui, pembangunan Bali sangat pesat. Tapi baru hanya terjadi di Bali tengah ke selatan. Maka dengan adanya Bandara Bali Utara, maka ada jalan untuk kemajuan dan perkembangan Bali Utara, yang akan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat," katanya. 

"Jadi hasil pembangunan di Bali tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Bali tengah dan selatan. Tapi menyebar ke seluruh Bali, dari utara, timur dan barat. Saya sebagai orang Bali yang punya keluarga di seluruh Bali sangat senang. Karena Bali ini akan lebih maju. Namun tetap, adat dan budaya yang kita warisi, masih tetap ajeg," ujar pria yang juga menjabat Ketua Majelis Puri seluruh Bali itu.

Baca juga: PESAN Terakhir Gede Suteja ke Adik, Sebelum Ditemukan Mengapung di Saluran Irigasi Dawan Klungkung

Baca juga: SOSOK Dewa Agung Pastika, Pandemi Covid Dongkrak Suara Degung Malayang Hingga 3 Kali Lipat

KUMPUL – Penglingsir Puri Agung Sejebag Bali berkumpul di Puri Agung Blahbatuh, Gianyar, bersama perwakilan tokoh Buleleng dan PT Bibu Panji Sakti terkait pembangunan Bandara Bali Utara, Selasa 21 Mei 2024.
KUMPUL – Penglingsir Puri Agung Sejebag Bali berkumpul di Puri Agung Blahbatuh, Gianyar, bersama perwakilan tokoh Buleleng dan PT Bibu Panji Sakti terkait pembangunan Bandara Bali Utara, Selasa 21 Mei 2024. (Wayan Eri Gunarta-Tribun Bali)


Panglingsir Puri Peliatan, Cok Nindya mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan Bandara Bali Utara. Sebab, pembangunan di Bali perlu ada pemerataan.

Dulu, kata dia, pusat pemerintahan di Bali ada di Bali Utara. Sejak pindah ke Denpasar, akhirnya diikuti Bandara Gusti Ngurah Rai di Tuban, Badung. Ada pelabuhan besar Benoa, sehingga lama kelamaan pembangunan menjadi tidak merata.

"Kita menyadari di Bali ada 8 kabupaten dan 1 kota. Tapi kenyataannya, dari 9 kabupaten /kota, hanya Badung yang mensejahterakan dan bahkan membantu daerah Bali utara, barat, dan timur,” ujarnya.

“Apalagi bandara yang saat ini ada, sudah overload, untuk menuju airport sulit sekali, macetnya luar biasa," tambahnya.

Cok Nindya pun melihat, selama ini rumah yang ditinggalkan kosong oleh masyarakat Buleleng, karena mereka merantau untuk perbaikan ekonomi.

"Dengan adanya bandara, akan ada penyerapan tenaga kerja baru. Tidak perlu lagi masyarakat Buleleng mencari kerja ke selatan. Nanti, dengan adanya bandara dipastikan bermunculan fasilitas pariwisata, bermunculan infrastruktur," ujarnya.

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan, secara administratif dan politis, Bandara Bali Utara mestinya sudah selesai. Sebab, beberapa petinggi negeri sudah mendatangi, dan mengatakan Bandara Bali Utara merupakan sebuah kebutuhan.

"Dua pekan lalu saya dapat info dari kementerian terkait bahwa Bandara Bali Utara akan segera dibangun. Kami sebagai pemrakarsa yang didukung penuh masyarakat, sudah mulai untuk bersiap-siap. Target kami di tahun 2026 bandara sudah bisa digunakan," ujarnya. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved