Pilkada Klungkung

Balihonya Menjamur Jelang Pilkada Klungkung, Made Kasta Fokus Bantu Masyarakat Melalui Usada Bali

Made Kasta, wakil bupati Klungkung dua periode dan menjadi calon kuat calon Bupati Klungkung priode berikutnya.

Ist
Kelompok warga di Desa Pikat mulai memasang baliho sebagai bentuk dukungan Made Kasta untuk maju Pilkada Klungkung.  

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kontestasi politik di Kabupaten Klungkung mulai menghangat.

Satu-persatu tokoh yang berpotensi tarung di Pilkada Klungkung mulai bermunculan.

Salah satunya Made Kasta, wakil bupati Klungkung dua periode dan menjadi calon kuat calon Bupati Klungkung priode berikutnya.

Pasca menanggalkan jabatan sebagai Plt Bupati Klungkung periode 2019-2024, Made Kasta seakan-akan "menghilang" dari peta perpolitikan di Klungkung. 

Baca juga: Kisah Dibalik Pelantikan 741 PPPK di Klungkung Bali, Wismawati Baru Diangkat 3 Tahun Jelang Pensiun

Kader senior Gerindra Klungkung itu, justru bersikap tenang.

Ia saat ini masih fokus dengan kesibukannya membantu masyarakat, dengan menjalankan Usada Bali (penyembuh tradisional).

"Saya kembali ke kesibukan dulu (sebelum menjadi wabup Klungkung). Setiap hari ada saja datang (untuk berobat)," ujar Made Kasta yang juga dikenal sebagai penekun spiritual, Selasa (21/5/2024).

Made Kasta pun menanggapi santai, munculnya nama-nama kader Partai Gerindra lainnya, yang lebih dahulu muncul untuk tarung di Pilkada Klungkung.

"Itulah namanya demokrasi. Tapi nanti yang menentukan siapa yang maju di Pilkada yakni rekomendasi partai," ujar Made Kasta.

Baca juga: Koalisi Nawasena Buka Ruang Bagi Tokoh, 6 Partai Kolaborasi Hadapi Pilkada Klungkung

Sementara Made Kasta tidak menampik, mulai bermunculan baliho yang menunjukan dukungan kepadanya untuk tarung ke Pilkada Klungkung.

Menurutnya baliho itu dipasang secara sukarela oleh relawan.

"Ada teman yang video call, minta izin mau memasang baliho dukungan ke saya. Saya tentu izinkan," ujar Made Kasta.

Ia tidak menyangka, yang dipasang cukup banyak. Ada sekitar 60 titik tersebar di beberapa lokasi. Dinataranya di Desa Pikat maupun Takmung.

"Saya tentu ikuti kemauan relawan (pasang baliho) asal itu positif," ungkapnya.

Baca juga: Pilkada Klungkung 2024: KPU Sebut Syarat Maju Jalur Independen Jadi Halangan Besar, Tak Ada Calon

Saat ini ada beberapa kelompok relawan yang mendukung dirinya untuk maju ke Pilkada Klungkung.

Mulai dari Srikandi Kasta, relawan Pusakan (Persatuan Sahabat Kasta), SMKK1 (Semeton Mangku Kasta Klungkung 1) dan lainnya.

 “Beberapa itu, lainnya saya lupa namanya,” ungkap dia.

Selain itu slogan PESAJA yang dimuat di baliho itu, merupakan kepanjangan dari Prema, Santhi, dan Jagadhita.

“Bagi saya untuk menjalankan roda pemerintahan harus didasari dengan PESAJE yang terdiri dari Prema, Santhi, dan Jagadhita. Prema artinya kasih sayang, Santhi artinya kedamaian dan Jagadhita artinya kesejahteraan. Tiga unsur ini harus ada dalam kepemimpinan, tanpa kasih sayang dan kedamaian tidak mungkin ada kesejahteraan,” ungkapnya. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved